Proses evakuasi jenazah korban jatuhnya Helikopter MI-17 Penerbad No Reg HA 5138, Sabtu, 15 Februari 2020. Medcom.id/Roylinus Ratumakin
Proses evakuasi jenazah korban jatuhnya Helikopter MI-17 Penerbad No Reg HA 5138, Sabtu, 15 Februari 2020. Medcom.id/Roylinus Ratumakin

Duka Polda Papua untuk Korban Helikopter MI-17

Nasional kecelakaan helikopter helikopter hilang kontak
Roylinus Ratumakin • 15 Februari 2020 16:12
Jayapura: Gugurnya 12 prajutir TNI akibat jatuhnya Helikopter MI-17 meninggalkan duka mendalam di tubuh Kodam XVII/Cenderawasih. Pihak Polda Papua pun turut berduka atas meninggalnya ke-12 prajurit TNI yang telah mengabdi di tanah Papua.
 
"Kami (Polda Papua) pun turut berbelasungkawa atas gugurnya prajurit terbaik dari TNI yang bertugas di tanah Papua. Saya secara pribadi berdoa agar arwah para prajurit tersebut diterima olah Tuhan yang Maha Esa, dan keluarga yang ditinggalkan mendapatkan ketabahan iman," kata Kapolda Papua, Irjen Paulus Waterpauw di RS Bhayangkara, Jayapura, Sabtu, 15 Februari 2020.
 
Paulus menjelaskan jika pihaknya akan membantu penuh segala sesuatu yang berhubungan dengan jenazah korban termasuk keluarga korban. Bantuan tersebut seperti pemeriksaan Post Mortem (PM) sampai dengan rencana keberangkatan jenazah korban ke kampung halamannya masing-masing.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Waterpauw kembali mengatakan proses data Post Mortem (PM) merupakan data-data fisik yang diperoleh melalui Personal Identification setelah korban meninggal. Data-data tersebut seperti sidik jari, golongan darah, ciri-ciri fisik korban yang spesifik, konstruksi gigi geligi, foto rontgen dan foto diri korban lengkap dengan pakaian dan aksesoris yang melekat di tubuh korban.
 
"Ada dua metode identifikasi yang dilakukan dalam pencocokkan data korban, yaitu Identifikasi Primer berupa sidik jari, catatan gigi dan DNA. Dan Identifikasi Sekunder berupa diskripsi personal atau temuan medis dan harta benda milik korban (property)," jelas Waterpauw.
 
Setelah data Post Mortem lengkap maka Tim Forensik dari DVI (Disaster Victim Identification) akan membandingkan dan mencocokkan dengan data Ante Mortem. Jika data dinyatakan cocok, maka status korban teridentifikasi.
 
"Jenazah rencana akan dilepas oleh Panglima TNI, sesuai dengan arahan dari pak Pangdam tadi," pungkas Waterpauw.
 

(DEN)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif