Masa buruh PT Panarub Industri menggelar unjuk rasa, Rabu, 7 Oktober 2020. Medcom.id/ Hendrik Simorangkir
Masa buruh PT Panarub Industri menggelar unjuk rasa, Rabu, 7 Oktober 2020. Medcom.id/ Hendrik Simorangkir

Ribuan Buruh Blokir Jalan di Kota Tangerang

Nasional buruh ruu dpr Omnibus Law
Hendrik Simorangkir • 07 Oktober 2020 11:23
Tangerang: Ribuan buruh dari PT Panarub Industri, Kota Tangerang, Banten, menggelar mogok kerja dan memblokir Jalan M Toha, Kota Tangerang. Mereka melakukan aksi lantaran kecewa akibat disahkannya Undang-Undang Cipta Kerja (UU Ciptaker).
 
Koordinator aksi, Dody Khasworo, mengatakan pihaknya bakal terus melakukan perlawanan dengan jumlah massa aksi yang lebih banyak setelah hari ini mengerahkan 3.000 massa.
 
"Itu agar pemerintah benar-benar mendengar tuntutan yang disuarakan rakyat dan buruh," kata Dody saat di lokasi, Rabu, 7 Oktober 2020.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Baca: Wali Kota Bandung Teken Surat Aspirasi Buruh Terkait UU Ciptaker
 
Dody menjelaskan sampai hari ini pemerintah belum mendengarkan apa yang disuarakan, buruh bakal mengosongkan PT Panarub Industri dan bakal mengepung gedung DPR RI, Jakarta.
 
Dari pantauan di lokasi, massa masih berkumpul pada pukul 10.45 WIB. Aksi masih berlangsung dengan memblokir jalan. Pihak kepolisian dibantu Dishub dan Satpol PP pun terpantau sedang mengatur arus lalu lintas.

Tambah Personel

Pihak kepolisian menambah personel di perbatasan Banten dan Jakarta. Hal itu untuk mengantisipasi pascarusuhnya aksi penolakan di Serang, Banten, yang hendaj menuju ke Jakarta.
 
"Sudah kita siapkan dari kemarin, kita sudah stand by semua. Nanti kita lihat, kita sambil berjalan. Hari ini masih aman, tenang saja," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Yusri Yunus, di Tangerang.
 
Sementara Kabid Humas Polda Banten, Kombes Edy Sumardi, mengatakan pascarusuhnya aksi mahasiswa, pihaknya tetap melakukan pengamanan untuk menciptakan situasi kamtibmas.
 
"Kami melakukan patroli, tetep melakukan komunikasi dengan kedua belah pihak, agar tidak terulang lagi atau pasca aksi itu tidak terulang lagi. Personel di Banten sekitar ada 3.000-an untuk seluruh. Kalau di Serang 600 sampai 700 personel gabungan," kata Edy.
 
(DEN)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif