Kelompok krimina; Separatis Bersenjata (KKSB) di Jalai Distrik Sugapa, Intan Jaya, Senin, 25 Januari 2020
Kelompok krimina; Separatis Bersenjata (KKSB) di Jalai Distrik Sugapa, Intan Jaya, Senin, 25 Januari 2020

Tim Gabungan TNI-Polri di Sugapa Tewaskan Satu KKSB

Nasional kelompok sipil bersenjata kelompok bersenjata di papua
Medcom • 26 Oktober 2020 23:03
Papua: Tim Gabungan TNI-Polri melakukan penindakan terhadap Kelompok Kriminal Separatis Bersenjata (KKSB) di Jalai Distrik Sugapa, Intan Jaya, Papua.Penindakan ini merupakan pengembangan pascapenghadangan TGPF oleh KKSB pada 9 Oktober 2020.
 
Sejak dilakukan pengintaian pada pekan lalu terhadap markas KKSB di Kp. Jalai Distrik Sugapa, teridentifikasi salah satu honai diduga kuat sebagai salah satu pos KKSB.
 
"Juga diperoleh informasi dari masyarakat bahwa KKSB beberapa kali meminta jatah dana satu desa yang seharusnya digunakan untuk kepentingan umum desa," kata Kapen Kogabwilhan III, Kolonel Czi IGN Suriastawa, dalam keterangan tertulis, Senin, 26 Oktober 2020.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Baca: Legislator: Oknum Sengaja Pelihara Konflik Papua
 
Dia menjelaskan penindakan dimulai pukul 05.30 WIT oleh Tim Gabungan TNI-Polri dan berhasil menewaskan satu orang KKSB atas nama Rubinus Tigau dan mengamankan dua orang lainnya yang salah satunya mengaku adik dari Rubinus Tigau. Dari tangkapan tersebut diperoleh keterangan bahwa Rubinus Tigau aktif dalam aksi KKSB selama kurang lebih satu tahun terakhir.
 
Kemudian pukul 09.30 waktu setempat tim gabungan TNI-Polri melaksanakan konsolidasi dalam keadaan aman.Pada penindakan ini, terdapat 1 anak bernama Meinus, 6, yang mengalami luka di bagian pinggang kiri akibat rekoset. Meinus kemudian dievakuasi ke Bandara Bilorai, Intan Jaya, selanjutnya ke Timika untuk perawatan medis.
 
"Barang bukti yang disita sebagai berikut adalaj beberapa panah dan anak panah, senjata tajam parang, senjata rakitan 1 pucuk, Dokumen Struktur Organisasi KKSB Kodap VIII Kemabu Intan Jaya, uang tunai Rp. 69.000.000 dan alat komunikasi HP 2 unit," jelasnya.
 
Terkait informasi yang menyebutkan korban adalah tokoh agama di kampung tersebut, Kolonel Suriastawa menjelaskan bahwa sasaran sudah diintai lama, selain didasarkan info akurat bahwa yang bersangkutan aktif dalam aksi KKSB. Hal ini juga diakui oleh pihak keluarga dan saksi lain.
 
Kolonel Czi Suriastawa juga menambahkan pascakejadian di Hitadipa, ada kecenderungan korban dari pihak KKSB selalu dikaitkan dengan tokoh agama. Di luar kasus Hitadipa, terdapat 3 kasus yang oleh KKSB dikaitkan dengan tokoh agama. Termasuk tanggal 19 Oktober lalu masifnya intimidasi dari KKSB untuk mengibarkan bendera bintang kejora sambil berkumpul di rumah-rumah ibadah.
 
Hal ini sangat disayangkan karena membawa-bawa sentimen agama untuk kepentingan aksinya. Dia mengingatkan KKSB untuk tidak bermain-main dengan SARA (suku, agama, ras dan antar golongan).
 
"TNI-Polri sangat menghormati tokoh agama, tokoh adat dan tokoh masyarakat dimanapun, termasuk di Papua. Tidak ada keuntungan berseberangan dengan tokoh-tokoh ini, apalagi membunuhnya. Justru TNI-Polri sangat membutuhkan kerja sama para tokoh ini karena dengan pengaruhnya yang sangat besar kepada masyarakat, dan seharusnya dapat menjadi contoh tauladan dalam kehidupan masyarakat, termasuk dalam kepatuhannya pada hukum Indonesia," ujarnya.
 
(DEN)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif