Adhe sedang mengerjakan kerajinan lampion dari pipa paralon. Medcom.id/Roni
Adhe sedang mengerjakan kerajinan lampion dari pipa paralon. Medcom.id/Roni

Mantan Napi di Bandung Sulap Barang Terbuang Menjadi Uang

Nasional Sosok Inspiratif
Roni Kurniawan • 01 November 2019 15:17
Bandung: Adhe Abdul Rosyid, 48, mantan narapidana Lapas Kelas 2A Banceuy Bandung berhasil membuat kerajinan tangan dari bahan bekas hingga bernilai rupiah. Dua tangan kreatifnya mampu membuat pipa bekas menjadi hiasan lampu lampion yang dihiasi berbagai jenis ukiran.
 
Adhe menceritakan, ia sempat dikucilkan oleh masyarakat ketika menghirup udara bebas usai menjalani masa tahanan selama dua tahun pada 2001 silam karena terjerat kasus narkoba. Adhe pun tak ingin langkahnya menghirup udara bebas terbelenggu dengan pandangan masyarakat atas statusnya sebagai mantan narapidana.
 
Adhe pun mencoba melamar pekerjaan ke berbagai perusahaan termasuk pabrik yang marak berdiri di dekat tempat tinggalnya kawasan Padalarang, Kabupaten Bandung. Namun, penolakan demi penolakan diterima Adhe ketika hendak mencoba untuk melamar pekerjaan karena statusnya sebagai mantan narapidana.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Akan tetapi hal itu tidak membuat Adhe putus asa, ia mencoba merintis berbagai usaia termasuk membuat gazeebo atau taman. Namun pekerjaan itu tak cukup berlangsung lama karena minimnya pemesanan pembuatan gazeebo atau taman.
 
Pada 2010, Adhe mencoba mendaur ulang pipa bekas untuk sebuah kerajinan tangan berupa lampu lampion. Awal mulanya, ia sering berselancar di dunia maya dan youtube melihat beberapa cara membuat kerajinan tangan serta mendapat bimbingan dari Baca Cakrawala (Baca), sebuah yayasan yang bergerak di bidang sosial.
 
Mantan Napi di Bandung Sulap Barang Terbuang Menjadi Uang
 
Dengan bermodal keahlian melukis dalam kanvas, Adhe pun coba menerapkan hal itu dengan menggunakan media pipa bekas. Membutuhkan waktu hingga tiga bulan Adhe akhirnya bisa dengan sempurna membuat hiasan lampu lampion atas hasil kedua tangannya.
 
"Bahannya dari pipa paralon, saya dapatkan dari tempat sampah, dipilah-pilah gitu karen suka ada dan cukup banyak yang membuat pipa bekas. Dari pada sayang dibuang gitu aja, jadi saya ambilin aja pipa bekas itu," ujar Adhe saat ditemui dikediamannya Kampung, Desa Kertamulya, Kecamatan Padalarang, Kabupaten Bandung Barat, Jumat, 1 November 2019.
 
Namun diakui Adhe, tak setiap hari ia mendapatkan pipa bekas untuk bisa dimanfaatkan membuat lampu lampiion. Terkadang ia harus membeli dari penjual rongsokan yang melintas di kampungnya.
 
"Kalau misalnya ditempat sampah tidak ada, saya suka beli yang bekas aja ditukang rongsokan. Tapi itu juga enggak tiap hari, kalau pas ada lewat ada barangnya, saya beli," sahutnya.
 
Lampu lampion yang dibuat Adhe pun bervariasi tergantung pesanan dari konsumen. Namun biasanya ia membuat lampu lampion dengan ketinggian 20-50 sentimeter.
 
Mantan Napi di Bandung Sulap Barang Terbuang Menjadi Uang
 
Dalam satu hari, Adhe baru bisa memproduksi tiga lampion karena keterbatasan mendapatkan bahan dasar yakni pipa bekas. Selain itu, masih minimnya pemesan membuat Adhe tidak terlalu banyak memprokdusi kerajinan tersebut.
 
"Kalau ada yang pesan baru dibikin, karena kan selera sama motifnya suka berbeda-beda. Ada yang pengen motif bunga, kupu-kupu atau dikasih nama di lampionnya," ungkal Adhe.
 
Harga yang ditawarkan Adhe pun bervariatif, mulai dari Rp50 ribu hingga Rp100 ribu. Harga tersebut pun menyesuaikan dengan motif yang dipesan oleh konsumen.
 
"Kalau yang udah dibikin mah, harganya segitu paling sampai Rp100 ribu," cetusnya.
 
Upaya Adhe untuk mengubah stigma dari masyarakat terhadap statusnya sebagai mantan narapinada pun terus terkikis. Bahkan tak sedikit warga di kampungnya memesan lampu lampion buah karya kedua tangan Adhe.
 
"Lumayan banyak juga di sini yang pesan, dan alhamdulillah warga disini sudah biasa sama saya, menyambut baik saya dan keluarga dengan adanya hasil karya ini," pungkas Adhe.
 


 

(ALB)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif