Harimau jarang sekali memangsa manusia kecuali saat merasa terancam. Foto: AFP.
Harimau jarang sekali memangsa manusia kecuali saat merasa terancam. Foto: AFP.

Serangan Harimau di Sumsel Menewaskan Petani

Nasional serangan hewan
Gonti Hadi Wibowo • 13 Desember 2019 14:34
Muara Enim: Penyerangan Harimau kepada warga kembali terjadi di Sumatra Selatan. Kali ini seorang petani Mustadi, 50, warga Desa Pajar Bulan, Kecamatan Semendo Darat, Kabupaten Muara Enim, tewas di serang harimau di kebunnya.
 
Kepala Seksi Konservasi Wilayah II Lahat Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumsel, Martialis Puspito, mengatakan tewasnya petani terjadi pada Kamis, 12 Desember 2019 pukul 17.30 WIB.
 
"Informasi yang kami terima korban tewas diterkam saat sedang menggiling kopi di kebunnya," kata Martialis daat dikonfirmasi, Jumat, 13 Desember 2019.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Martialis menduga harimau yang menyerang Mustadi masih satu rangkaian dengan kejadian penyerangan harimau dalam beberapa hari terakhir ini karrna wilayah yang berada di perbatasan Kabupaten Muara Enim dan Lahat
 
"Pagi ini tim menuju ke olah kejadian perkara dan segera menyelidiki penyerangan ini," jelas Martialis.
 
Sementara Kapolres Lahat AKBP Ferry Harahap mengatakan penyerangan korban oleh harimau disaksikan oleh Irian, 32, rekan korban yang saat kejadian juga akan menggiling kopi.
 
Saat itu Irian yang tengah berjalan berada di pondok tempat mesin penggilingan menyaksikan harimau melintas di dekat korban.
 
"Saksi mengatakan sempat berteriak bahwa ada harimau hanya saja harimau tersebut langsung menerkam leher korban dan menyeretnya," ungkap Martialis.
 
Irian yang ketakutan langsung lari dan segera melapor ke kerabat di desa Pajar Bulan untuk meminta pertolongan. "Karena saat akan menolong harimau terlihat ganas dirinya berlari minta pertolongan," beber Martialis.
 
Setelah menerima laporan adanya penyerangan harimau, polisi dan warga langsung datang mengevakuasi korban dan dibawa ke puskesmas Pajar Bulan untuk di autopsi.
 
"Korban meninggal dunia dengan luka di leher depan, dada kanan tulang rusuknya dan sebagian organ dalam hilang. Betis belakang kaki kiri sampai telapak kaki hilang, telapak kaki kanan hilang, dan beberapa luka sayat pada dada," pungkas Martialis.
 

(DEN)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif