Surabaya: Kepala Dinas Pertanian Provinsi Jawa Timur, Hadi Sulistyo, memastikan produksi padi di Jatim aman pada musim kekeringan tahun ini. Hadi pun mengimbau kepada masyarakat tidak khawatir stok beras.
"Bahkan produksi padi di Jatim hingga akhir 2019 mendatang masih surplus 3,2 juta ton. Jadi masyarakat tidak perlu khawatir, karena stok masih melimpah," kata Hadi saat dikonfirmasi, Jumat, 19 Juli 2019.
Berdasarkan informasi dari BMKG, puncak kemarau di Jatim tahun ini terjadi pada Agustus mendatang. Dari total 1,8 juta hektare lahan sawah yang berproduksi di Jatim, ada sekitar 1,35 persen lahan terdampak kekeringan.
Sedangkan lahan yang mengalami gagal panen hanya sekitar 0,05 persen dari total jumlah lahan. "Saya harap masyarakat tidak perlu khawatir. Produksi padi kita masih cukup melimpah, bahkan cukup untuk dikonsumsi untuk 15 provinsi di luar Jatim," jelas Hadi.
Dinas Pertanian mencatat, sampai saat ini ada tiga kabupaten di Jatim yang terkategori rawan kekeringan, yakni memiliki luasan lahan sawah cukup banyak terdampak kekeringan dan puso. Di antaranya Kabupaten Bojonegoro, Lamongan, dan Pacitan.
Namun, kata Hadi, sampai sejauh ini belum ada permintaan bantuan baik dari tiga kabupaten rawan itu maupun dari kabupaten lain di Jatim. "Saya pastikann sejauh ini tidak ada daerah di Jatim kekurangan padi, karena sudah bisa diatasi oleh kabupaten masing-masing dengan stok yang masih surplus" pungkas Hadi.
Surabaya: Kepala Dinas Pertanian Provinsi Jawa Timur, Hadi Sulistyo, memastikan produksi padi di Jatim aman pada musim kekeringan tahun ini. Hadi pun mengimbau kepada masyarakat tidak khawatir stok beras.
"Bahkan produksi padi di Jatim hingga akhir 2019 mendatang masih surplus 3,2 juta ton. Jadi masyarakat tidak perlu khawatir, karena stok masih melimpah," kata Hadi saat dikonfirmasi, Jumat, 19 Juli 2019.
Berdasarkan informasi dari BMKG, puncak kemarau di Jatim tahun ini terjadi pada Agustus mendatang. Dari total 1,8 juta hektare lahan sawah yang berproduksi di Jatim, ada sekitar 1,35 persen lahan terdampak kekeringan.
Sedangkan lahan yang mengalami gagal panen hanya sekitar 0,05 persen dari total jumlah lahan. "Saya harap masyarakat tidak perlu khawatir. Produksi padi kita masih cukup melimpah, bahkan cukup untuk dikonsumsi untuk 15 provinsi di luar Jatim," jelas Hadi.
Dinas Pertanian mencatat, sampai saat ini ada tiga kabupaten di Jatim yang terkategori rawan kekeringan, yakni memiliki luasan lahan sawah cukup banyak terdampak kekeringan dan puso. Di antaranya Kabupaten Bojonegoro, Lamongan, dan Pacitan.
Namun, kata Hadi, sampai sejauh ini belum ada permintaan bantuan baik dari tiga kabupaten rawan itu maupun dari kabupaten lain di Jatim. "Saya pastikann sejauh ini tidak ada daerah di Jatim kekurangan padi, karena sudah bisa diatasi oleh kabupaten masing-masing dengan stok yang masih surplus" pungkas Hadi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(DEN)