Sejumlah jamaah calon haji berjalan menuju pesawat saat pemberangkatan kloter terakhir Embarkasi Boyolali di Bandara Adi Soemarmo, Boyolali, Jawa Tengah, Kamis (17/9). ANTARA FOTO/ Aloysius Jarot Nugroho.
Sejumlah jamaah calon haji berjalan menuju pesawat saat pemberangkatan kloter terakhir Embarkasi Boyolali di Bandara Adi Soemarmo, Boyolali, Jawa Tengah, Kamis (17/9). ANTARA FOTO/ Aloysius Jarot Nugroho.

Positif TBC, Seorang Calon Haji Batal ke Tanah Suci

Nasional Haji 2019
Amaluddin • 21 Juli 2019 17:50
Surabaya: Pemberangkatan satu calon haji asal Embarkasi Surabaya, Jawa Timur, ke Tanah Suci ditunda. Lantaran positif mengidap tuberculosis (TBC).
 
"Mohon maaf, kami tidak bisa menyebut identitas dan dari kloter berapa. Karena ini rekam medik, khawatir memperberat psikologis yang bersangkutan," kata Wakil Kepala Bidang Kesehatan PPIH Embarkasi Surabaya, Acub Zainal, dikonfirmasi, Minggu, 21 Juli 2019.
 
Acub menegaskan harus merahasiakan identitas calon haji tersebut, demi menjaga psikologis. Kini, seorang calon haji itu menjalani perawatan hingga penyakit TBC yang dideritanya teridentifikasi negatif.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Jadi, kami tidak boleh menginfokan dari kloter berapa, daerah mana. Karena tetap akan mengkrucut ke calon haji itu, takut stigma dan psikologis yang bersangkutan menjadi berat," ujarnya.
 
Acub mengatakan calon haji yang diketahui positif mengidap TBC berbeda dari tahun sebelumnya, yang harus menjalani perawatan di ruang isolasi di dalam Embarkasi Surabaya hingga teridentifikasi negatif. Tahun ini, PPIH Embarkasi Surabaya tidak lagi merawat di ruang isolasi tersebut, karena tidak efektif.
 
"Berdasarkan evaluasi kami, ternyata ruang isolasi tidak efektif karena risiko penularannya cukup besar. Ruang isolasi di sini bukan dalam artian ruang isolasi yang sebenarnya, sehingga risiko bercampur dengan jemaah lain sangat besar," tambahnya.
 
Sehingga, lanjut Acub, si penderita penyakit TBC dipulangkan untuk menjalani perawatan di rumah. Kemudian si calon haji akan kembali ke Embarkasi Surabaya, menjelang pemberangkatan kloter terakhir untuk didentifikasi penyakit TBC-nya.
 
"JCH yang teridentifikasi penyakit menular seperti TBC tidak boleh terbang, tapi bukan permanen. Kita beri kesempatan hingga akhir kloter. Yang bersangkutan harus berobat dari awalnya TBC positif menjadi TBC negatif, baru boleh terbang," tandasnya.
 

(LDS)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif