Menko Polhukam Wiranto digotong menuju ruang UGD Menes Medical Center (MMC) sesaat setelah diserang di Alun-alun Menes usai meresmikan ruang kuliah bersama Universitas Matlaul Anwar di Pandeglang, Banten, Kamis (10/10/2019). ANTARA FOTO/Weli Ayu Rejeki
Menko Polhukam Wiranto digotong menuju ruang UGD Menes Medical Center (MMC) sesaat setelah diserang di Alun-alun Menes usai meresmikan ruang kuliah bersama Universitas Matlaul Anwar di Pandeglang, Banten, Kamis (10/10/2019). ANTARA FOTO/Weli Ayu Rejeki

Pemerintah Diminta Evaluasi Pengamanan Pejabat Negara

Nasional Wiranto Diserang
Patricia Vicka • 10 Oktober 2019 18:07
Yogyakarta: Penusukan terhadap Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Wiranto di Pandeglang, Banten, mendapat kritikan tajam dari Jogja Police Watch (JPW). JPW mendesak pemerintah mengevaluasi sistem pengamanan pejabat negara.
 
"JPW menghimbau agar pihak terkait melakukan evaluasi secara menyeluruh dan tuntas soal sistem keamanan pejabat negara," kata Kadiv Humas JPW Baharuddin Kamba melalui keterangan tertulis, Kamis, 10 Oktober 2019.
 
Baharuddin menjelaskan evaluasi dilakukan untuk mencegah peristiwa serupa terulang. JPW turut mempertanyakan kesiapan dan prosedur petugas keamanan. JPW menduga ada unsur kelalaian petugas keamanan saat peristiwa penyerangan Wiranto.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Padahalkan penjagaan pejabat setingkat menteri terkenal cukup ketat. Apalagi Wiranto merupakan salah satu target pembunuhan," jelas Baharuddin.
 
Pihaknya juga mendorong pemerintah mengusut aktor utama dan motif yang menggerakan pelaku penusukan. Kasus penyerangan terhadap Wiranto harus menjadi catatan penting pemerintah untuk peningkatan keamanan pejabat negara.
 
"Kita tiunggu hasil evaluasi pemerintah pada polisi dan TN iyang mengawal Wiranto," pungkas Baharuddin.
 

(DEN)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif