Ilustrasi Medcom.id/ Mohammad Rizal.
Ilustrasi Medcom.id/ Mohammad Rizal.

Penyerangan Harimau di Sumsel Diduga karena Kerusakan Habitat

Nasional serangan hewan
Gonti Hadi Wibowo • 19 November 2019 13:09
Palembang: Beberapa hari terakhir warga di Sumatra Selatan dihebohkan dengan penyerangan harimau Sumatra yang terjadi di Kota Pagar Alam dan Kabupaten Lahat. Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) telah menerima tiga laporan penyerangan harimau kepada warga dan ternak mereka.
 
"Perambahan hutan oleh masyarakat bisa menyebabkan harimau merasa terganggu di habitatnya sehingga keluar jauh ke arah pemukiman," kata Kepala BKSDA Sumsel, Genman Suhefti Hasibuan, saat dikonfirmasi, Selasa, 19 November 2019.
 
Genman menjelaskan tiga laporan mengenai serangan harimau di perbatasan hutan lindung Gunung Dempo dan Gunung Patah yang memang merupakan habitat Harimau Sumatera.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Kejadian pertana terjadi pada Sabtu, 16 November 2019 lalu di mana seorang pengunjung di tawan wisata Gunung Dempo, Kota Pagar Alam mengalami serangan harimau hingga luka parah di sekujur tubuhnya.
 
Kedua pada Minggu 17 November 2019 di Kecamatan Tanjung Sakti Pumi, Kabupaten Lahat, ada warga yang tewas diserang oleh harimau. Kemudian laporan ketiga banyaknya hewan ternak tewas setelah diterkam harimau.
 
Menurutnya pada umumnya hewan liar akan keluar dari habitatnya jika mereka merasa terganggu. Mungkin faktor yang membuat mereka keluar dari habitatnya akibat karhutla, illegal logging, perburuan, perambahan, atau membuka lahan baru.
 
Apalagi dari keterangan saksi penyerangan yang dilakukan oleh harimau Sumatra ini memang diperkuat dengan ciri-ciri dominan berwarna putih dan bercorak kuning hitam pada sebagian bahunya.
 
Hingga saat ini pihaknya masih berada di lokasi kejadian untuk melakukan kajian dan pengecekan penyebab harimau ini masuk ke pemukiman maupun keluar dari habitat hingga menyerang warga dan hewan ternak.
 
"Kami mengimbau sementara waktu mengurangi aktivitas di kebun karena harimau dikhawatirkan masih berkeliarakan di kawasan tersebut," pungkasnya.
 

(DEN)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif