Ilustrasi KTP. MI/Arya Manggala
Ilustrasi KTP. MI/Arya Manggala

Pemkot Bandar Lampung Usul Bisa Cetak Blangko KTP-el

Nasional e-ktp
Antara • 27 Oktober 2019 18:13
Bandar Lampung: Pemerintah Kota (Pemkot) Bandar Lampung menginginkan pencetakan blangko KTP-el yang selama ini menjadi kewenangan pusat dapat dibuat di daerah. Keinginan tersebut untuk menjawab keluhan masyarakat yang belum memiliki kartu identitas.
 
"Pemkot Bandar Lampung selalu berupaya memenuhi kebutuhan masyarakat untuk pembuatan KTP-el, salah satunya pelayanan gratis yang selama ini masih terkendala blankonya," kata Kepala Disdukcapil Kota Bandar Lampung, A. Zainudin di Bandar Lampung, Minggu, 27 Oktober 2019.
 
Zainudin menjelaskan solusi dari keterbatasan blangko untuk bisa mencetak KTP-el hingga saat ini dengan memberikan kewenangan daerah untuk mencetak blangko itu sendiri dan tidak lagi menunggu dari pusat.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Mengingat pembuatan KTP-el di sini terus meningkat sementara kondisi blangko yang kosong sehingga pemkot Bandarlampung tidak ingin ada stagnansi," jelas Zainudin.
 
Zainudin mengungkapkan bahwa terobosan itu sudah dilaporkan Wali Kota Bandar Lampung, Herman HN ke Dirjen Disdukcapil, baik dengan mengirimkan surat sebanyak dua kali maupun menghadap langsung.
 
"Kita coba mengusulkan dan bila diperbolehkan, Bandar Lampung ingin cetak blanko sendiri sebab dianggaran 2020 pun hal untuk kebutuhan ini sudah disiapkan," jelas Zainudin.
 
Menurut Zainudin apabila hal tersebut direstui oleh pusat dengan aturan yang ada pastinya masalah kekurangan blangko untuk mencetak KTP-el tidak akan terkendala dan akan berjalan sebagaimana mestinya yakni mencetak kartu penduduk cukup satu jam jadi.
 
"Tanggapan pusat terhadap surat kita cukup baik dan sedang dikaji oleh mereka. Kita harap keputusan pusat sesuai harapan," beber Zainudin.
 
Zainudin mengungkapkan sejak terbatasnya ketersediaan blangko, pihaknya hanya melakukan perekaman sebanyak 150 orang perhari dan yang bisa dicetak dari hasil rekam tersebut cuma 25 hingga 35 KTP-el.
 
"Saat ini yang kita dahulukan adalah kaum disabilitas dan warga yang memiliki kepentingan untuk berobat ataupun memiliki kepentingan khusus dan mendesak pasti segera kita layani," pungkas Zainudin.
 

(DEN)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif