NEWSTICKER
Keraton Agung Sejagat di Purworejo, Jawa Tengah. Foto: Medcom.id
Keraton Agung Sejagat di Purworejo, Jawa Tengah. Foto: Medcom.id

Pendirian Kerajaan Agung Sejagat Bermotif Ekonomi

Nasional keraton
Mustholih • 17 Januari 2020 17:40
Semarang: Kepolisian Daerah Jawa Tengah mengungkap pendirian Keraton Agung Sejagat di Kabupaten Purworejo, Jateng, bermotif ekonomi. Raja Totok Santosa dan ratunya, Fanni Aminadia, diduga hendak mengeruk uang warga yang berminat menjadi pengikut mereka di Keraton Agung Sejagat.
 
"Memang tujuan akhir dari pembangunan kerajaan ini untuk mengumpulkan dana dari masyarakat. Dengan memberikan harapan supaya kehidupan menjadi lebih baik. Pejabat-pejabat yang diangkat kerajaan diimingi-imingi dengan rupiah ataupun dolar," kata Kepala Polda Jateng, Inspektur Jenderal Rycko Amelza Dahniel, Semarang, Jawa Tengah, Jumat, 17 Januari 2020.
 
Namun, Rycko belum bisa mengungkap jumlah uang yang berhasil dihimpun Totok dan Fanni dari warga yang bergabung menjadi pengikut mereka sejak 2018. Sampai saat ini, kata Rycko, penyidik masih melakukan pendalaman.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Kita masih terus menghitung jumlahnya. Karena ada yang disimpan tunai ada (disimpan) bank, ada yang (masih) dikumpulkan di tiap-tiap kabupaten. Lagi dihitung," ujar Rycko menegaskan.
 
Menurut Rycko, pengaruh Keraton Agung Sejagat tidak terbatas hanya di Purworejo saja. Sejauh ini, katanya, pengaruh keraton milik Totok dan Fanni ini sudah meluas hingga Klaten, Soloraya, dan Wonogiri.
"Memang pengikutnya sudah cukup banyak. Tugas kepolisian memberikan penjelasan ke masyarakat agar tidak mudah diiming-imingi, sehingga menjadi bagian dari kerajaan. Padahal mereka ditunggu-tunggu untuk memberikan iuran," jelas Rycko.
 
Dalam kasus ini, kata Rycko, Totok dan Fanni sudah ditetapkan sebagai tersangka kasus penipuan dan pembuat keonaran. Selama menjalani pemeriksaan, ke dua tersangka itu berlaku kooperatif terhadap penyidik.
 
"Memang saudara TS memberikan penjelasan. kalau FA memang merasa mendapatkan amanah, wangsit untuk menjaga perdamaian dunia," beber Rycko.
 
Rencananya, Polda Jateng akan memeriksa kondisi kejiawaan Totok dan Fanni. Mereka dijadwalkan menjalani pemeriksaan psikologis pada Senin pekan depan. "Hari Senin akan dilakukan pemeriksaan psikologi oleh kepolisian dibantu Mabes Polri," tegas Rycko.
 


 

(ALB)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif