Penyaluran dan Pemanfaatan Dana Desa di Bengkulu Dinilai Baik

Anggi Tondi Martaon 17 Agustus 2018 15:29 WIB
Berita Kemendes PDTT
Penyaluran dan Pemanfaatan Dana Desa di Bengkulu Dinilai Baik
Mendes PDTT Eko Putro Sandjojo (Foto:Medcom.id/Anggi Tondi Martaon)
Kota Bengkulu: Penyaluran dan pemanfaatan Dana Desa di Provinsi Bengkulu dinilai berjalan baik, dan kini memasuki tahap ketiga.

"Penyerapan tahap kedua sudah full semua. Sekarang tinggal tahap ketiga," kata Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Mendes PDTT) Eko Putro Sandjojo, di Desa Bukit Peninjauan II, Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Seluma, Bengkulu, Jumat, 17 Agustus 2018.

Politikus PKB itu menjelaskan, jumlah penyaluran Dana Desa di Provinsi Bengkulu tahun 2015-terus mengalami meningkat signifikan. Awalnya, Bengkulu hanya menerima Rp362 miliar. Kini, meningkat menjadi Rp1,03 triliun pada 2018. "Artinya, rata-rata setiap desa menerima Dana Desa sebesar kurang lebih Rp750 juta pada 2017," kata dia.


Menteri Eko menyebutkan, peningkatan tersebut tak lepas dari pengawasan dan implementasi yang dilakukan. Untuk pengawasan, pihaknya bekerja sama dengan aparat kepolisian dan kejaksaan mengawasi penerapan agar dilakukan dengan baik.

"Pengawasnya lebih baik ya, karena selain teman media ikut membantu mengawasi, kita juga bekerja sama dengan kepolisian dan kejaksaan turun tangan ikut membantu. Sekarang sudah jarang terdengar kasus," ucapnya.

Selain itu, implementasi Dana Desa juga sudah dianggap baik. Namun, untuk beberapa daerah seperti Kabupaten Seluma, Bengkulu, butuh program tambahan karena terkendala konektivitas antar desa. "Sebab, itu menyebabkan biaya produksi dan distribusi jadi tinggi. Saya yakin dengan dibantu konektivitas akan mengurangi kemiskinan," katanya.

Eko menjelaskan, secara umum pemanfaatan Dana Desa dialokasikan untuk memenuhi kebutuhan infrastruktur desa. Untuk Desa Bukit Peninjauan II, Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Seluma, dialokasikan untuk sektor pendidikan dan kesehatan.

Kepala Desa Bukit Peninjauan II, Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Seluma Tatik Winarti menjelaskan, Dana Desa tahun 2017 dan 2018 diperuntukkan bagi pembangunan serta pengembangan gedung perpustakaan dan Posyandu.

"Tahun 2017 kami melaksanakan pembangunan gedung kesenian dan perpustakaan. Sekarang, sedang pengembangan pada 2018," kata Tatik.

Dia menyebutkan, alasan mengalokasikan Dana Desa untuk sektor pendidikan semata untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, khususnya pelajar akan sarana bacaan yang baik. Diharapkan, keberadaan gedung perpustakaan meningkatkan budaya membaca pelajar dan masyarakat sekitar pada umumnya.

"Pelajar banyak memanfaatkanya. Mereka ramai setiap sore di perpustakaan. Alhamdulillah, setiap hari 90-80 warga berkunjung. Saya memohon pemerintah bisa membantu pengadaan buku-buku bersifat umum," katanya.

Tatik menjelaskan, perpustakaan yang diberi nama Lestari itu memiliki koleksi 2 ribu buku. Buku-buku tersebut diperoleh dari bantuan yang diberikan oleh Perpustakaan Nasional  dan Provinsi Bengkulu.

"Jenis (bantuan) buku pelajaran, kesehatan, produk unggulan, bertanam. Semua ada," sebut dia.

Selain untuk kebutuhan pendidikan dan kesehatan, Tatik menyebutkan Dana Desa 2018 juga dialokasikan untuk kebutuhan lain, di antaranya pelapis tebing dan drainase. "Pembangunanya difokuskan di Dusun 1 dan Dusun 3," katanya.

Lebih jauh, dia berharap pencairan dan pemanfaatan Dana Desa berjalan dengan baik, sehingga pembangunan yang dilakukan bisa memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat.

Dampak Dana Desa untuk pembangunan sarana sangat dirasakan oleh masyarakat Desa Bukit Peninjauan II. Seperti yang disampaikan oleh Ema (50). Dia merasakan langsung dampak  pembangunan infrastruktur, khususnya kesehatan.

Dengan keberadaan infrastruktur kesehatan baru, Ema tak perlu ke Puskesmas yang jaraknya cukup jauh dari rumah. "Kalau dahulu jaraknya 500-an meter. Sekarang menjadi lebih dekat dan lebih murah juga biayanya," katanya.



(ROS)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id