medcom.id, Cilegon: Dinas Perindustrian Perdagangan dan Koperasi Kota Cilegon bersama Dinas Perikanan dan Kelautan Kota Cilegon melakukan inspeksi mendadak (sidak) di Pasar Pagebangan, Kota Cilegon, Banten, Kamis 28 Januari. Petugas menyita ratusan ayam potong yang diduga mengandung formalin.
"Kami menyita ayam potong. Dalaman ayam dan puluhan ceker yang selanjutnya kami serahkan ke DPK untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut," kata Kepala Seksi Perdagangan Dalam Negeri Disperindagkop Cilegon, Ikhsan Hasibuan, di Pasar Pagebangan, Kota Cilegon, Banten, Kamis (28/1/2016).
Petugas juga menyita cairan formalin di dalam botol dan bubuk pewarna dari sejumlah pedagang ayam. Ayam berformalin biasanya tidak dihinggapi lalat dan berwarna lebih cerah.
Sementara itu, Kepala Bidang Peternakan DPK Kota Cilegon Lira Yuliantina mengatakan, ratusan ayam potong yang positif mengandung formalin dan zat pewarna itu akan dimusnahkan.
"Kami akan terus berkoordinasi kepada dinas terkait untuk terus melakukan pemantauan di seluruh lapak pedagang ayam di sejumlah pasar tradisional untuk memberikan rasa aman dan nyaman kepada masyarakat sekitar yang hendak membeli dan mengonsumsi ayam potong," kata Lira Yuliantina.
medcom.id, Cilegon: Dinas Perindustrian Perdagangan dan Koperasi Kota Cilegon bersama Dinas Perikanan dan Kelautan Kota Cilegon melakukan inspeksi mendadak (sidak) di Pasar Pagebangan, Kota Cilegon, Banten, Kamis 28 Januari. Petugas menyita ratusan ayam potong yang diduga mengandung formalin.
"Kami menyita ayam potong. Dalaman ayam dan puluhan ceker yang selanjutnya kami serahkan ke DPK untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut," kata Kepala Seksi Perdagangan Dalam Negeri Disperindagkop Cilegon, Ikhsan Hasibuan, di Pasar Pagebangan, Kota Cilegon, Banten, Kamis (28/1/2016).
Petugas juga menyita cairan formalin di dalam botol dan bubuk pewarna dari sejumlah pedagang ayam. Ayam berformalin biasanya tidak dihinggapi lalat dan berwarna lebih cerah.
Sementara itu, Kepala Bidang Peternakan DPK Kota Cilegon Lira Yuliantina mengatakan, ratusan ayam potong yang positif mengandung formalin dan zat pewarna itu akan dimusnahkan.
"Kami akan terus berkoordinasi kepada dinas terkait untuk terus melakukan pemantauan di seluruh lapak pedagang ayam di sejumlah pasar tradisional untuk memberikan rasa aman dan nyaman kepada masyarakat sekitar yang hendak membeli dan mengonsumsi ayam potong," kata Lira Yuliantina.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(TTD)