Bupati Keerom Piter Gusbager menghadiri acara puncak peringatan HUT ke-19 Kabupaten Keerom di Distrik Web, Papua (Foto:Dok.Metro TV)
Bupati Keerom Piter Gusbager menghadiri acara puncak peringatan HUT ke-19 Kabupaten Keerom di Distrik Web, Papua (Foto:Dok.Metro TV)

Kabupaten Keerom Papua, Terus Berkarya Tanpa Batas di Tapal Batas

Nasional Papua UMKM UMKM Indonesia papua province Daerah Otonomi Baru Papua
Rosa Anggreati • 29 April 2022 23:43
Keerom: Kabupaten Keerom yang terletak di Provinsi Papua memeringati hari ulang tahun (HUT) ke-19. Puncak acara HUT digelar di Distrik Web yang berjarak enam jam dari pusat Kabupaten Keerom dengan medan ekstrem.
 
"Sesuai dengan strategi pembangunan di era kepemimpinan saya, yaitu percepatan pembangunan dan pemerataan pembangunan, kami memilih kampung Semografi sebagai lokasi puncak peringatan HUT Keerom karena merupakan salah satu kampung tertua. Kampung ini berada persis di tengah tapal batas. Kampung ini akan menjadi pusat pertumbuhan baru di tenggara Kabupaten Keerom," ucap Bupati Keerom Piter Gusbager.
 
Kabupaten Keerom terletak bersebelahan dengan Kota Jayapura, namun ketimpangan pembangunan terlihat di kedua daerah tersebut. Keerom memiliki sejarah sebagai daerah bekas operasi militer. Dari 11 distrik di Keerom, 6 di antaranya berbatasan dengan Papua Nugini.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Kondisi jalan menuju Kabupaten Keerom didominasi jalan tanah dan berbatu terjal. Jalan semakin sulit ditempuh ketika turun hujan karena berlumpur dan licin. Warga di perbatasan Keerom sangat terisolasi dan minim sentuhan tangan pemerintah. 
 
Adapun wilayah Kabupaten Keerom memiliki luas 8.930 km persegi dengan panjang jalan 600 km. Wilayahnya terbagi atas 11 distrik dan 91 kampung dengan jumlah penduduk 59.406 jiwa (2017).
 
Pada peringatan HUT Kabupaten Keerom tahun ini, tema yang diangkat yakni pembangunan jalan. Tema pembangunan jalan untuk menjawab aspirasi masyarakat bahwa jalan menjadi persoalan yang penting. Dialokasikan anggaran Rp150 miliar untuk peningkatan infrastruktur jalan sebagai upaya meningkatkan konektivitas dan aksesibiltas agar terjadi peningkatan ekonomi. 
 
"Kita harapkan pembangunan menembus batas latar belakang masyarakat yang majemuk, berbagai macam suku, bahasa, agama, dan ras. Kabupaten Keerom memerlukan karya sekecil apapun untuk memberikan manfaat demi perubahan," kata Piter Gusbager.
 
Dalam memimpin Kabupaten Keerom, Piter Gusbager mengakui menghadapi tantangan utama berupa minimnya anggaran. Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) dalam tiga tahun terakhir sebesar Rp198 miliar dan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Rp3 miliar. Dana tersebut dipergunakan untuk pembangunan infrastruktur jalan, sektor pendidikan, dan kesehatan.
 
"Sejak urusan bidang kehutanan dan pertambangan ditarik oleh pemerintah pusat menjadi urusan Pemerintah Provinsi Papua, kita kehilangan banyak sekali sumber PAD sehingga tidak bisa menambah kekuatan APBD. Itulah sebabnya pembangunan infrastruktur dasar berupa jalan, jembatan, pelayanan pendidikan, dan kesehatan menjadi berat," ujar Piter Gusbager.
 

Tantangan Pendidikan, Kesehatan, dan Perekonomian 


Tantangan pendidikan di Kabupaten Keerom, yaitu distribusi guru tidak merata, banyak guru meninggalkan daerah perbatasan karena minim kesejahteraan, program wajib belajar 12 tahun belum bisa dilaksanakan.
 
Selain itu terdapat ketimpangan antara jumlah murid dan guru. Perbandingan jumlah guru dan murid di Kabupaten Keerom, yakni TK dengan murid 1.716 orang dan guru 207 orang, SD dengan jumlah murid 8.015 orang dan guru 634 orang, serta SMP dengan 2.719 murid dan 229 guru.
 
"Masalah yang kami hadapi ialah ketimpangan rasio guru dan murid. Belum lagi, guru butuh dukungan agar tetap menetap di wilayah yang serba sulit seperti ini karena banyak guru yang meninggalkan sekolah dan kembali ke kota. Selain membangun sarana dan prasarana pendidikan, kami juga memberikan perhatian kepada guru agar mereka menetap melalui insentif tambahan bagi guru di tapal batas," tuturnya. 
 
Persoalan lain yang menghantui dunia pendidikan di Kabupaten Keerom adalah kualitas SDM para guru. Piter tak tinggal diam. Pihaknya mengembangkan program kapasitas tenaga guru agar menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi, serta mampu menyesuaikan diri dengan perkembangan zaman yang serba digital.
 
Sementara sektor kesehatan, Kabupaten Keerom memiliki 12 puskesmas dengan 466 orang tenaga kesehatan. Di tengah keterbatasan tenaga kesehatan dan alat kesehatan, Pemkab Keerom mencanangkan rumah sakit perbatasan dan melakukan penambahan puskesmas pembantu di kampung-kampung.
 
"Kami juga menyediakan ambulans dan motor trail untuk jemput bola karena banyak warga yang sakit di rumah," katanya.
 
Piter Gusbager juga memfokuskan perhatian di sektor ekonomi. Demi membangun kesejahteraan warga, ia menerapkan sejumlah program unggulan sebagai berikut:
 
- Program Lumbung Pangan Nasional
 
Sebanyak 60 persen penduduk Keerom berprofesi sebagai petani. Topografi Keerom berupa wilayah transisi laut ke pegunungan, wilayah yang luas dengan tingkat kesuburan tanah baik. Potensi tersebut dimanfaatkan Pemkab Keerom untuk membuka ladang jagung  seluas 3 ribu hektare (ha) dari 10 ribu ha, dengan dukungan APBN senilai Rp154 miliar.
 
- Ekonomi Kerakyatan melalui UMKM
 
"Kami distribusikan modal usaha karena kampung-kampung adalah basis ekonomi. Kita perlu peredaran uang di masyarakat untuk membangkitkan perekonomian daerah," kata Piter Gusbager.
 
Selain itu, sebanyak 17 mobil dibagikan kepada kelompok usaha tani sebagai sarana transportasi mengangkut hasil pertanian ke pasar.
 
Piter juga mengundang investor untuk menanam investasi di Kabupaten Keerom. Dia meyakinkan bahwa Keerom aman dan damai.
 
"Kami harapkan seluruh masyarakat Keerom menggerakkan potensi di kampung-kampung. Kepada pemprov dan pemerintah pusat agar tidak melupakan Keerom karena kami adalah beranda terdepan dari Indonesia. Dana alokasi khusus (DAK) selama lima tahun terakhir tidak ada penambahan. Padahal untuk daerah perbatasan seperti Keerom memerlukan DAK sebagai pendukung utama pembangunan. Kepada para investor silakan datang ke Keerom karena Keerom damai, aman, tidak ada situasi yang akan menghambat investasi dan pembangunan," katanya.
 
(ROS)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif