Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Sri Sultan Hamangku Buwono X saat memberi sambutan peringatan hari Kartini. Foto: Humas Pemerintah DIY.
Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Sri Sultan Hamangku Buwono X saat memberi sambutan peringatan hari Kartini. Foto: Humas Pemerintah DIY.

Sri Sultan: Kesetaraan Gender Harus di Semua Sektor Pembangunan

Nasional Hari Kartini kesetaraan gender Sri Sultan Hamengku Buwono X
Ahmad Mustaqim • 21 April 2022 14:12
Yogyakarta: Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Sri Sultan Hamangku Buwono X mengatakan problematika yang dihadapi perempuan kian banyak di masa pandemi covid-19. 
 
Selain meningkatnya beban kerja domestik, juga tingginya kasus kekerasan dalam hubungan rumah tangga, perceraian, hingga penurunan pendapatan. 
 
"Berbagai problematika itu sudah seharusnya mengikat kaum perempuan untuk menuju masa depan yang lebih gemilang," kata Sri Sultan dalam peringatan Hari Kartini bertema 'Berdaya dan Berkarya di Masa Pandemi, Perempuan Tangguh untuk Indonesia Tumbuh' di Kompleks Kepatihan Yogyakarta, Kamis, 21 April 2021. 

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Ia mengatakan banyaknya problematika itu harus didorong dengan konsep pengarusutamaan gender yang diterapkan pada setiap sektor pembangunan dan lapisan masyarakat. Terlebih, diskriminasi pada kelompok perempuan masih terjadi. 
 
Baca juga: Bupati Jepara Ajak Anak-Anak Membatik di Tempat Belajar RA Kartini
 
Sri Sultan menilai perlu langkah lebih untuk menjaga pengarusutamaan isu gender. Langkah tersebut dinilai bakal menjaga peluang bagi perempuan di berbagai sektor. 
 
"Momentum peringatan Hari Kartini tidak hanya dijadikan sebagai inspirasi dan motivasi, tetapi harus ditransformasi untuk membangun legacy. Nyalakanlah api Kartini, jangan sekadar mewarisi abunya," ungkapnya. 
 
Sri Sultan mengatakan perempuan sebagai salah satu kelompok rentan perlu mendapat perhatian lebih agar bisa berdaya dan berkarya di masa pandemi. 
 
Pihaknya mengajak seluruh pihak untuk berkolaborasi dan membangun sinergi dalam mendukung kiprah para penerus Kartini menuju Indonesia sejahtera sejati.
 
"Kaum perempuan dapat mulai menapaki tahapan perjuangan baru, tidak sekadar menjadi penggerak paham feminisme atau peran domestiknya saja, tetapi juga mengambil peran publik bersama-sama segenap potensi bangsa berjuang," ucap dia.

 
(MEL)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif