Ilustrasi. Siswa tengah konsentrasi mengikuti Ujian Nasional. Foto: Antara/Irwansyah Putra
Ilustrasi. Siswa tengah konsentrasi mengikuti Ujian Nasional. Foto: Antara/Irwansyah Putra

Belum Lunas SPP, Sekolah Yayasan di Bandung Barat Tahan Rapor Siswa

Roni Kurniawan • 22 Juni 2022 18:37
Bandung: Beredar surat salah satu sekolah yayasan di Kabupaten Bandung Barat yakni Madrasah Ibtidaiyah Assakinah yang mensyaratkan pelunasan iuran SPP kepada orang tua siswa untuk mengambil rapor atau nilai akhir tahun ajaran 2021-2022. Orang tua siswa baru bisa mengambil raport jika memperlihatkan tanda bukti penulasan SPP.
 
"Syarat pengambilan, membawa surat keterangan lunas administrasi keuangan dari yayasan (dapat diambil dibagian keuangan yayasan mulai Senin, 20 Juni 2022 pukul 11.00 WIB)," isi dari surat edaran tersebut.
 
Menanggapi hal itu, Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Bandung Barat, Asep Ismail, mengimbau sekolah swasta atau yayasan tidak boleh menahan ijazah atau rapor siswa dengan alasan tunggakan iuran Sumbangan Pembinaan Pendidikan (SPP). Sekolah swasta atau yayasan diwajibkan untuk tetap memberikan ijazah atau raport kepada siswa di akhir tahun ajaran.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Kalau di negeri pasti ditekankan tidak ada terkaitan hal-hal seperti itu. Jadi memang kalau di yayasan itu kembalikan ke kebijakan yayasan. Tapi bapak mengimbau kepada seluruh sekolah termasuk yayasan memberikan tanda kelulusan ketika hari pelaksanaan kegiatan bagi rapor," ujar Asep saat dihubungi via telepon, Rabu, 21 Juni 2022.
 
Baca: PPDB SD di Kota Tangerang Tahap II Dibuka 23-24 Juni 2022
 
Asep menuturkan, tanda kelulusan atau rapor merupakan hak siswa yang telah menempuh pendidikan. Pihak sekolah seharusnya tidak boleh menahan ijazah atau rapor dengan alasan apapun terutama terkait administrasi yang menjadi tanggungjawab orang tua siswa.
 
"Kalau ada yang belum lunas diberi jeda untuk melunasinya. Mestinya jangan terlalu menahan, jangan soal administrasi menjadi penghambat untuk siswa," sahutnya.
 
Diakui Asep, seharusnya pihak sekolah mencari solusi selain menahan ijazah atau rapor siswa. Pasalnya hal itu pun akan berdampak ke psikologis siswa terutama yang masih menuntut ilmu di sekolah tersebut.
 
"Bisa caranya dengan perjanjian sampai kapan tidak mesti sampai tidak dibolehkan datang ke sekolah ambil rapor karena belum bayar SPP. Supaya diberikan dengan membuat surat perjanjian kepada orangtuanya," ungkapnya.
 
Asep berharap, tidak ada sekolah terutama yayasan di Kabupaten Bandung Barat yang menahan ijazah atau rapor di akhir tahun ajaran 2021-2022.
 
"Jadi itu hak siswa untuk mendapatkan tanda bukti kelulusan dan melanjukan sekolah," tegasnya.

 
(WHS)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif