Ilustrasi - Medcom.id.
Ilustrasi - Medcom.id.

69.170 Orang Menganggur di Yogyakarta

Nasional pengangguran
Patricia Vicka • 07 November 2019 16:17
Yogyakarta: Jumlah pengangguran di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) hingga Agustus 2019 tercatat sebanyak 69.170 orang. Tingkat pengangguran terbuka (TPT) DIY pada Agustus 2019 sebesar 3,14 persen.
 
"Tingkat pengangguran Agustus 2019 tercatat sebesar 3,14 persen. Sementara TPT Agustus 2019 turun 0,21 persen ketimbang 2018 sebesar 3,35 persen,"ujar Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) DIY, JB Priyanto melalui keterangan pers di Yogyakarta, Kamis, 7 November 2019.
 
Data menunjukkan TPT di kawasan perkotaan lebih tinggi ketimbang TPT pedesaan. Warga yang menganggur didominasi berpendidikan strata satu (S1). TPT tertinggi yakni 4,56 persen. Disusul SMK 4,20 persen, lalu SMA 3,94 persen dan diploma 3,87 persen,

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Pendidikan SMP 2,75 persen. dan yang terendah pendididkan SD sebesar 1,26 persen," kata dia.
 
Dari segi lokasi, TPT tertinggi tercatat di Kota Yogyakarta sebesar 4,80 persen. Sementara TPT terendah di Kabupaten Kulon Progo sebesar 1,80 persen
 
Sedangkan jumlah orang yang bekerja per Agustus 2019 sebanyak 2.134 Juta orang. Jumlah penduduk DIY yang bekerja mengalami kenaikan sebesar 0,56 persen ketimbang tahun lalu.
 
"Naik sekitar 16 ribu orang dibandingkan Agustus tahun lalu," kata Priyo.
 
Lapangan pekerjaan yang mengalami peningkatan berada di sektor pendidikan meningkat 1,33 persen. Disusul Industri pengolahan 0,67 persen, jasa kesehatan dan kegiatan sosial sebesar 0,52 persen.
 
BPS memaparkan sebagian besar penduduk DIY bekerja di sektor informal. Jumlahnya mencapai 51,66 persen atau sekitar 1,103 juta orang. Para pekerja informal adalah mereka yang bekerja di UMKM, memiliki usaha sendiri atau yang memiliki perkerjaan tidak menetap di sebuah usaha.
 
Sementara lapangan pekerjaan yang mengalami penurunan terutama pada pertanian, kehutanan dan perikanan (1,38 persen poin), serta Konstruksi (0,85 persen poin). Bidang Pertanian menurun karena banyak pekerjanya yang beralih profesi selama musim kemarau.
 

(LDS)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif