Api membakar hutan di lereng Gunung Arjuno terlihat dari Desa Landungsari, Malang, Jawa Timur, Jumat (11/10/2019). ANTARA FOTO/Ari Bowo Sucipto
Api membakar hutan di lereng Gunung Arjuno terlihat dari Desa Landungsari, Malang, Jawa Timur, Jumat (11/10/2019). ANTARA FOTO/Ari Bowo Sucipto

Petugas Kesulitan Padamkan Gunung Arjuno

Nasional kebakaran Kebakaran Lahan dan Hutan kebakaran gunung
Amaluddin • 21 Oktober 2019 19:56
Surabaya: Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyebut tim pemadam kesulitan memadamkan Gunung Arjuno Malang. Topografi area kebakaran di Gunung Arjuno yang terjal menjadi alasan kesulitan petugas.
 
"Cukup sulit, karena terjalnya mencapai 70 derajat. Sementara dukungan helikopter dari BNPB untuk water bombing hanya satu unit saja," kata Khofifah, di Surabaya, Senin, 21 Oktober 2019.
 
Menurut Khofifah, kebakaran Gunung Arjuno sampai saat ini belum bisa dipadamkan. Akibatnya, kebakaran meluas hingga ke kawasan Ijen, sehingga akses ke blue fire ditutup.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Karena itu kami sebenarnya butuh support tambahan heli water bombing. Kalau masih bisa, tentu kami berharap akan ada pergerakan dari titik lain ke Jatim," katanya.
 
Selain itu, Khofifah mengajak warga Jatim utamanya para santri untuk salat istisqa (salat minta hujan). Dengan harapan air hujan bisa membantu memadamkan kebakaran Gunung Arjuno.
 
"Saya mohon hadiah dari pesantren untuk salat istisqa sebagai hadiah hari santei. Pada saat kami melakukan salat istisqa dua minggu lalu, ternyata sore dapat update dari BMKG, lima Kabupaten sudah mendung dan besoknya hujan," kata Khofifah.
 
"Mudah-mudahan Allah segera menurunkan hujan barokah, yang bisa padamkan karhutla dan beri sumber air kehidupan bagi masyarakat Jatim," kata mantan Menteri Sosial (Mensos) itu.

 

(ALB)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif