Kudus: Pengelola Rumah Sakit Umum Daerah Loekmono Hadi, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, terpaksa mengevakuasi pasien rawat inap dari lantai 2 dan 3. Konstruksi gedung itu mulai miring.
"Untuk sementara di lantai 1 masih digunakan sebagai ruang rawat inap pasien. Jumlah pasien yang menjalani rawat inap membeludak," kata Kepala Bidang Pelayanan RSUD dr Loekmono Hadi Kudus, Aris Jukisno, melansir Antara, Rabu, 29 Januari 2020.
Aris menjelaskan pintu dan jendela kamar lantai atas sudah sulit ditutup. Keramik pada lantai juga mulai mengelupas.
Pasien yang sebelumnya dirawat di ruang Dahlia lantai 2 dan 3, dipindahkan ke ruang Edelweis di lantai 1. Pun ruang inap VVIP yang sebelumnya berada di ruang Edelweis disulap jadi ruang rawat inap kelas I.
"Lantaran keramik di lantai 1 Ruang Dahlia juga saat ini mulai mengelupas. Kami khawatir kerusakannya semakin parah," ujarnya.
Aris menjelaskan total tempat tidur di lantai 1 hanya 72 unit. Jumlah ini dinilai kurang jika dibandingkan dengan jumlah pasien yang harus dirawat inap.
Sementara itu, Pelaksana tugas Kepala Dinas PUPR Kabupaten Kudus Joko Mukti mengungkapkan struktur bangunan RSUD Kudus memang tidak bisa diupayakan diperbaiki karena fondasinya mulai ambles. Akibatnya, bangunan pun miring.
"Kondisi terbaik, tentu harus dirobohkan demi menghindari hal-hal yang tidak diinginkan," ucap dia.
Pihaknya saat ini mengupayakan pembenahan rumah sakit. Namun, pengelola rumah sakit berupaya mengajukan permintaan kajian sebelum gedung dirobohkan.
Kudus: Pengelola Rumah Sakit Umum Daerah Loekmono Hadi, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, terpaksa mengevakuasi pasien rawat inap dari lantai 2 dan 3. Konstruksi gedung itu mulai miring.
"Untuk sementara di lantai 1 masih digunakan sebagai ruang rawat inap pasien. Jumlah pasien yang menjalani rawat inap membeludak," kata Kepala Bidang Pelayanan RSUD dr Loekmono Hadi Kudus, Aris Jukisno, melansir
Antara, Rabu, 29 Januari 2020.
Aris menjelaskan pintu dan jendela kamar lantai atas sudah sulit ditutup. Keramik pada lantai juga mulai mengelupas.
Pasien yang sebelumnya dirawat di ruang Dahlia lantai 2 dan 3, dipindahkan ke ruang Edelweis di lantai 1. Pun ruang inap VVIP yang sebelumnya berada di ruang Edelweis disulap jadi ruang rawat inap kelas I.
"Lantaran keramik di lantai 1 Ruang Dahlia juga saat ini mulai mengelupas. Kami khawatir kerusakannya semakin parah," ujarnya.
Aris menjelaskan total tempat tidur di lantai 1 hanya 72 unit. Jumlah ini dinilai kurang jika dibandingkan dengan jumlah pasien yang harus dirawat inap.
Sementara itu, Pelaksana tugas Kepala Dinas PUPR Kabupaten Kudus Joko Mukti mengungkapkan struktur bangunan RSUD Kudus memang tidak bisa diupayakan diperbaiki karena fondasinya mulai ambles. Akibatnya, bangunan pun miring.
"Kondisi terbaik, tentu harus dirobohkan demi menghindari hal-hal yang tidak diinginkan," ucap dia.
Pihaknya saat ini mengupayakan pembenahan rumah sakit. Namun, pengelola rumah sakit berupaya mengajukan permintaan kajian sebelum gedung dirobohkan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(MEL)