Persidangan Eks Sekda Jabar Iwa Kurniwa. Foto: Medcom.id/Roni K
Persidangan Eks Sekda Jabar Iwa Kurniwa. Foto: Medcom.id/Roni K

Eks Sekda Jabar Didakwa Terima Rp900 Juta

Nasional meikarta OTT Pejabat Bekasi
P Aditya Prakasa • 13 Januari 2020 14:42
Bandung: Mantan Sekertaris Daerah (Sekda) Jawa Barat Iwa Karniwa menjalani sidang dakwaan terkait kasus suap proyek perizinan pembangunan Meikarta. Iwa didakwa menerima uang Rp900 juta pengurusan Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) Bekasi.
 
"Perbuatan terdakwa menerima sejumlah uang Rp900 juta melalui Satriadi, Neneng Rahmi Nurlaili, Henri Lincoln, Soleman dan Waras Wasisto yang bersumber dari PT Lippo Cikarang tbk melalui PT Mahkota Sentosa Utama selaku pengembang pembangunan Meikarta," ucap jaksa KPK, Yadyn, saat membacakan dakwaan, di Pengadilan Tipikor Bandung, Senin, 13 Januari 2020
 
Yadyn mengatakan pemberian uang itu untuk memuluskan pengesahan RDTR Kabupaten Bekasi untuk kepentingan Meikarta yang diurus oleh Pemprov Jabar.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"(Pemberian) adalah untuk menggerakkan terdakwa selaku Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Barat dan selaku Wakil Ketua BKPRD (Badan Koordinasi Penataan Ruang Daerah) Provinsi Jawa Barat agar melakukan sesuatu dalam jabatannya untuk mempercepat persetujuan substansi dari Gubernur Jawa Barat atas Raperda tentang RDTR," kata jaksa.
 
Dalam dakwaan, jaksa menyebut RDTR sebelumnya sudah disetujui oleh DPRD Kabupaten Bekasi untuk pengurusan RDTR Wilayah Pembangunan (WP) I dan IV, serta WP II dan III proyek pembangunan komersial area Meikarta. Setelah disahkan, raperda diajukan kepada Gubernur Jabar untuk mendapatkan persetujuan substansi.
 
"Untuk mempercepat proses dikeluarkannya persetujuan substansi, Henri Lincoln selaku Sekretaris Dinas PUPR mengajak Neneng Rahmi Nurlaili menemui Soleman anggota DPRD Bekasi agar difasilitasi bertemu dengan Waras Wasisto anggota DPRD Jabar untuk dapat dihubungkan kepada terdakwa," imbuhnya.
 
Usai pertemuan, Iwa meminta kepada Waras Wasisto menyampaikan kepada Neneng Rahmi Nurlaili agar menyediakan uang Rp1 miliar untuk persiapan terdakwa maju sebagai bakal calon Gubernur Jabar. Pemberian uang dilakukan tiga tahap dengan total Rp900 juta.
 
"Mendengar penyampaian terdakwa, Soleman dan Waras kemudian menyampaikan kepada Henri Lincoln dan Neneng Rahmi Nurlaili sembari menyampaikan permintaan terdakwa Rp 1 miliar adalah murah, biasanya Rp3 miliar," beber jaksa.
 
Setelah pertemuan itu, pada 14 Juli 2017 Neneng Rahmi dan Henri Lincoln menemui Soleman dan memberikan uang Rp100 juta, kemudian diberikan kepada Iwa di kediamannya. Selanjutnya uang sejumlah Rp300 juta dari Neneng Rahmi dan Henri Lincoln kembali diberikan oleh Waras kepada Iwa.
 
Pemberian ketiga senilai Rp 500 juta pada Desember 2017. Neneng Rahmi mendapat uang tersebut dari Satriadi selaku karyawan PT Lippo Cikarang, yang kemudian diberikan kepada Henri Lincoln. Oleh Henri, uang diberikan kepada Soleman melalui stafnya.
 
"Setelah menerima tas berisi uang dari Soleman, Waras Wasisto menghubungi terdakwa dan menyampaikan lagi titipan dari Soleman. Selanjutnya Waras Wasisto menghubungi Eva Rosiana staf untuk menyerahkan uang kepada staf terdakwa bernama Deni. Waras kemudian bertemu dengan terdakwa dan menanyakan titipan uang melalui Eva dan terdakwa menjawab 'sudah mas, nuhun'," ucap dia.
 
Atas perbuatannya, Iwa didakwa Pasal 12 dan Pasal 11 Undang-undang RI Nomor 31 Tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi sebagaimana diubah dengan Undang-undang RI Nomor 20 Tahun 2001 tentang perubahan atas Undang-undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Tindak Pidana Korupsi Juncto Pasal 64 ayat (1) KUHPidana.

 

(LDS)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif