Tangerang: Kawasan pesisir pantai di Desa Ketapang, Mauk, Kabupaten Tangerang, Banten, segera menjadi daerah wisata bahari dan wisata mangrove. Pembangunan area wisata seluas 14 hektare itu bakal dilakukan bertahap pada 2019 dan 2020.
"Ini merupakan salah satu dari rencana pembangunan jangka menengah daerah (RPJMD) Kabupaten Tangerang bagian dari program Gerbang Mapan (Gerakan Pembangunan Masyarakat Pantai) dan Gebrak Pakumis (gerakan bersama rakyat atasi pemukiman kumuh dan miskin) untuk pemanfaatan dan juga pemberdayaan masyarakat pesisir pantai," ujar Bupati Tangerang Ahmed Zaki Iskandar, Sabtu, 14 September 2019.
Zaki menjelaskan pembangunan pemberdayaan diserahkan ke masyarakat Kepala desa, Badan Pemusyawaratan Desa (BPD), Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) harus bekerja bersama masyarakat. Dia menekankan poin penting adalah masyarakat sekitar harus merasakan manfaat dari perubahan wilayah.
"Tidak jauh juga dari lokasi ini Puskesmas Mauk dan juga Pasar Induk Mauk sudah jadi. Alhamdulillah jalan provinsi Jalan Lingkar Utara juga di depan sini sudah mulai dibetonisasi dan dilebarkan itu nanti akan menjadi sarana prasarana penunjang kawasan wisata ini," jelasnya.
Dia menambahkan saat ini penataan kawasan hutan mangrove dan fasilitas lainnya sedang dilakukan. Dia memastikan pada 2020 atau 2021 awal kawasan bahari Mauk telah rampung, dan menjadi ikon baru Kecamatan Mauk.
Camat Mauk Arif Rahman Hakim mengapresiasi Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang telah menunjuk salah satu desanya untuk dibangun menjadi kawasan desa wisata.
"Tentunya kami harapkan dapat berdampak positif bagi warga Mauk terutama warga Desa Ketapang, khususnya di bidang peningkatan taraf perekonomian masyarakat dan juga penataan lingkungan yang layak dan sehat. Dan juga merelokasi masyarakat, ke rumah deret yang juga dibangun dikawasan desa wisata Ketapang," kata Arif.
Arif menambahkan pihaknya yang juga kepanjangan tangan dari Pemkab Tangerang, senantiasa membantu dan mendukung program tersebut. Bentuk dukungan diberikan melalui kegiatan pelatihan masyarakat di bidang industri kreatif, pelatihan kuliner khas masyarakat pantai, penghijauan dan penataan akses jalan menuju kawasan wisata.
Fasilitas yang akan dibangun di kawasan wisata Desa Nelayan Ketapang yakni hutan mangrove, menara pandang, skydeck, kawasan kuliner, jembatan-jembatan tematik, tempat pelelangan ikan, dan dermaga nelayan.
Tangerang: Kawasan pesisir pantai di Desa Ketapang, Mauk, Kabupaten Tangerang, Banten, segera menjadi daerah wisata bahari dan wisata mangrove. Pembangunan area wisata seluas 14 hektare itu bakal dilakukan bertahap pada 2019 dan 2020.
"Ini merupakan salah satu dari rencana pembangunan jangka menengah daerah (RPJMD) Kabupaten Tangerang bagian dari program Gerbang Mapan (Gerakan Pembangunan Masyarakat Pantai) dan Gebrak Pakumis (gerakan bersama rakyat atasi pemukiman kumuh dan miskin) untuk pemanfaatan dan juga pemberdayaan masyarakat pesisir pantai," ujar Bupati Tangerang Ahmed Zaki Iskandar, Sabtu, 14 September 2019.
Zaki menjelaskan pembangunan pemberdayaan diserahkan ke masyarakat Kepala desa, Badan Pemusyawaratan Desa (BPD), Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) harus bekerja bersama masyarakat. Dia menekankan poin penting adalah masyarakat sekitar harus merasakan manfaat dari perubahan wilayah.
"Tidak jauh juga dari lokasi ini Puskesmas Mauk dan juga Pasar Induk Mauk sudah jadi. Alhamdulillah jalan provinsi Jalan Lingkar Utara juga di depan sini sudah mulai dibetonisasi dan dilebarkan itu nanti akan menjadi sarana prasarana penunjang kawasan wisata ini," jelasnya.
Dia menambahkan saat ini penataan kawasan hutan mangrove dan fasilitas lainnya sedang dilakukan. Dia memastikan pada 2020 atau 2021 awal kawasan bahari Mauk telah rampung, dan menjadi ikon baru Kecamatan Mauk.
Camat Mauk Arif Rahman Hakim mengapresiasi Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang telah menunjuk salah satu desanya untuk dibangun menjadi kawasan desa wisata.
"Tentunya kami harapkan dapat berdampak positif bagi warga Mauk terutama warga Desa Ketapang, khususnya di bidang peningkatan taraf perekonomian masyarakat dan juga penataan lingkungan yang layak dan sehat. Dan juga merelokasi masyarakat, ke rumah deret yang juga dibangun dikawasan desa wisata Ketapang," kata Arif.
Arif menambahkan pihaknya yang juga kepanjangan tangan dari Pemkab Tangerang, senantiasa membantu dan mendukung program tersebut. Bentuk dukungan diberikan melalui kegiatan pelatihan masyarakat di bidang industri kreatif, pelatihan kuliner khas masyarakat pantai, penghijauan dan penataan akses jalan menuju kawasan wisata.
Fasilitas yang akan dibangun di kawasan wisata Desa Nelayan Ketapang yakni hutan mangrove, menara pandang, skydeck, kawasan kuliner, jembatan-jembatan tematik, tempat pelelangan ikan, dan dermaga nelayan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(LDS)