Presiden ke-3 Habibie dalam forum sarasehan nasional ICMI. (Foto: ANTARA/Wahyu Putro)
Presiden ke-3 Habibie dalam forum sarasehan nasional ICMI. (Foto: ANTARA/Wahyu Putro)

Habibie dan Sejarah ICMI

Nasional bj habibie
Daviq Umar Al Faruq • 12 September 2019 15:52
Malang: Kota Malang menjadi saksi pembentukan Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI). Wadah bagi kaum intelek Indonesia itu dibentuk pada 1990 tepatnya dalam sebuah pertemuan di Kota Malang pada 6-8 Desember 1990.
 
Bacharudin Jusuf Habibie, menjadi orang pertama yang ditunjuk mengepalai ICMI. Ia kala itu menjabat sebagai Menteri Riset dan Teknologi era pemerintahan Soeharto.
 
Kelahiran ICMI berawal dari sebuah diskusi para mahasiswa di masjid kampus Universitas Brawijaya (UB) Malang, pada Februari 1990. Mahasiswa UB kala itu terdiri dari Erik Salman, Ali Mundakir, M Zaenuri, Awang Surya dan M Iqbal.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Kepada Medcom.id, salah satu penggagas ICMI, M Iqbal, bercerita diskusi itu pada awalnya hanya obrolan biasa namun kemudian tercetuslah untuk membentuk wadah cendekiawan muslim berlingkup nasional. Tujuannya untuk menyatukan langkah umat muslim Indonesia.
 
"Tidak ada satu lembaga yang bisa menyatukan langkah umat muslim. Padahal kalau semua umat Islam bersatu, akan memberikan kontribusi besar bagi bangsa Indonesia," katanya, Kamis 12 September 2019.
 
Merasa telah mendesak, keempatnya kemudian BJ Habibie dan memintanya untuk memimpin wadah cendekiawan muslim. Habibie dinilai sebagai sosok muslim yang bisa diterima semua kalangan.
 
"Saat itu Pak Habibie menjadi salah satu pilihan kami, karena walaupun beliau pendidikannya barat tapi beliau dari keluarga orang-orang yang terdidik secara agama," jelasnya.
 
Kala ditemui mahasiswa UB waktu itu, Habibie menjawab, sebagai pribadi dia bersedia menjadi ketua ICMI. Namun sebagai menteri, dia harus meminta izin dari Presiden Soeharto. Habibie juga meminta agar pencalonannya dinyatakan secara resmi melalui surat dan diperkuat dengan dukungan secara tertulis dari kalangan cendekiawan muslim.
 
"Lalu kami diskusi dengan para cendekiawan dan pemuka agama saat itu. Ternyata mereka menyambut gembira," tuturnya.
 
Kala itu, sekitar 49 orang cendekiawan muslim menyetujui pencalonan BJ Habibie untuk memimpin wadah cendekiawan muslim. ICMI pun lahir pada 7 Desember 1990 dan Habibie diangkat sebagai ketua ICMI yang pertama.
 
"Esensi sebuah organisasi adalah bisa diterima semua orang. Beliau seorang teknokrat tapi religius. Saya tahu betul beliau itu tulus luar biasa. Beliau salah satu pejabat yang tertulus. Cinta orang sama dia itu enggak bisa dibohongi," pungkasnya.
 

(MEL)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif