Sejumlah tenda untuk evakuasi pengungsi dibangun di Desa Dawuhan, Brebes, Jateng, Sabtu (13/9/2014) - ANT/Oky Lukmansyah
Sejumlah tenda untuk evakuasi pengungsi dibangun di Desa Dawuhan, Brebes, Jateng, Sabtu (13/9/2014) - ANT/Oky Lukmansyah

Aktivitas Slamet Turun, PMI dan Basarnas Tetap Siaga

Akhmad Safuan • 14 September 2014 15:17
medcom.id, Pemalang: Aktivitas Gunung Slamet menurun hari ini. Dentuman, gemuruh, lotaran abu tebal, dan luapan lava pijar sudah tak ada. Meski demikian, status gunung setinggi 3.428 mdpl itu tetap Siaga atau level III.
 
Palang Merah Indonesia (PMI) dan Badan SAR Nasional (Basarnas) tetap bersiaga di lima kabupaten yang dinaungi Gunung Slamet. Dua lembaga itu tetap mempertahankan petugasnya karena kondisi belum menentu dan dapat kembali aktif.
 
"Kami tetap bersiaga di lima kabupaten itu. Menyiapkan lokasi pengungsian serta membagi-bagi ribuan masker kepada warga di lereng gunung," kata Ketua Palang Merah Indonesia (PMI) Jateng, Sasongko Tedjo, Ahad (14/9/2014).

Basarnas telah mendirikan Posko Siaga di Pemalang. Posko disiapkan bersama peralatan evakuasi, komunikasi, dan perlengkapan darurat medis. Kepala Kantor SAR Semarang, Agus Haryono, mengatakan, tiap posko dijaga 12 anggota SAR.
 
"Tim yang diberangkatkan juga telah membekali diri dengan berbagai peralatan seperti  tenda pleton, peralatan komunikasi, alat medis, peralatan evakuasi, genset untuk penerangan posko dan truk angkut, kantong jenazah, makanan darurat, masker dan kaos tangan," kata Agus Haryono.
 
Kepala Pos Pengamatan Gunung Slamet di Desa Gambuhan, Kecamatan Pulosari, Pemalang, Sudrajat, mengatakan aktivitas vulkanik Slamet menurun dalam 12 jam terakhir. Bahkan, cuaca terang dan angin bergerak tenang. Namun, puncak Gunung Slamet terhalang kabut.
 
"Kita belum tahu penyebab penurunan penurunan aktivitas vulkanik dan kegempaan, semoga aktivitas yang cenderung menurun mengindikasikan Gunung Slamet sudah melewati masa-masa aktivitas yang tinggi dalam beberapa pekan belakangan ini," kata Sudrajat.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(JCO)


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

>