medcom.id, Brebes: Aktivitas Gunung Slamet tercatat masih tinggi hingga saat ini. Status gunung tertinggi di Jawa Tengah itu pun masih Siaga atau level III.
Kendati demikian, juru kunci Gunung Slamet, Rotiah, 71, menyebut kondisi gunung itu masih aman. Rotiah meminta warga di sekitar puncak gunung agar tenang.
"Aman-aman saja, tidak ada apa-apa. Silakan warga beraktivitas seperti biasanya saja, yang berkebun ya berkebun," ujar Rotiah di rumahnya, Pedukuhan Kaliwadas, Desa Dawuhan, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, Senin (8/9/2014).
Belakangan ini, rumah Rotiah kerap dikunjungi pejabat seperti bupati, Kapolres, hingga Dandim 0713/ Brebes. "Hampir setiap hari ada saja tamu yang datang ke sini," kata Rotia.
Rotiah mengaku jabatan juru kunci merupakan titah orang tuanya yang sebelumnya juga dipercaya menjabat sebagai juru kunci. "Saya hanya meneruskan pekerjaan orang tua," kata janda beranak tiga itu.
Sementara itu, pemantauan Media Indonesia di Pos Pengamatan Gunung Slamet di Desa Gambuhan, Kecamatan Pulosari, Pemalang, Senin (8/9/2014), aktivitas vulkanik Gunung Slamet mengalami penurunan dibanding sehari sebelumnya.
Hari ini, Gunung Slamet tercatat mengeluarkan asap putih sedang setinggi 50-200 meter, mengeluarkan 32 kali sinar api setinggi 50-200 meter, tiga kali lontaran material pijar setinggi 100-200 meter, satu suara dentuman, gempa tremor 2-30 mm, dan 106 kali gempa hembusan 10-30 mm. Data didapat hingga berita ini diturunkan.
Walaupun menurun, Kepala Pos Pengamatan Gunung Slamet di Desa Gambuhan, Kecamatan Pulosari, Pemalang, Sudrajat, mengatakan aktivitas vulkanik Gunung Slamet masih tetap berstatus Siaga karena dapat meningkat lagi. "Kita masih terus pantau perkembangannya, karena gerakan Gunung Slamet belum dapat diperkirakan," kata Sudrajat.
medcom.id, Brebes: Aktivitas Gunung Slamet tercatat masih tinggi hingga saat ini. Status gunung tertinggi di Jawa Tengah itu pun masih Siaga atau level III.
Kendati demikian, juru kunci Gunung Slamet, Rotiah, 71, menyebut kondisi gunung itu masih aman. Rotiah meminta warga di sekitar puncak gunung agar tenang.
"Aman-aman saja, tidak ada apa-apa. Silakan warga beraktivitas seperti biasanya saja, yang berkebun ya berkebun," ujar Rotiah di rumahnya, Pedukuhan Kaliwadas, Desa Dawuhan, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, Senin (8/9/2014).
Belakangan ini, rumah Rotiah kerap dikunjungi pejabat seperti bupati, Kapolres, hingga Dandim 0713/ Brebes. "Hampir setiap hari ada saja tamu yang datang ke sini," kata Rotia.
Rotiah mengaku jabatan juru kunci merupakan titah orang tuanya yang sebelumnya juga dipercaya menjabat sebagai juru kunci. "Saya hanya meneruskan pekerjaan orang tua," kata janda beranak tiga itu.
Sementara itu, pemantauan
Media Indonesia di Pos Pengamatan Gunung Slamet di Desa Gambuhan, Kecamatan Pulosari, Pemalang, Senin (8/9/2014), aktivitas vulkanik Gunung Slamet mengalami penurunan dibanding sehari sebelumnya.
Hari ini, Gunung Slamet tercatat mengeluarkan asap putih sedang setinggi 50-200 meter, mengeluarkan 32 kali sinar api setinggi 50-200 meter, tiga kali lontaran material pijar setinggi 100-200 meter, satu suara dentuman, gempa tremor 2-30 mm, dan 106 kali gempa hembusan 10-30 mm. Data didapat hingga berita ini diturunkan.
Walaupun menurun, Kepala Pos Pengamatan Gunung Slamet di Desa Gambuhan, Kecamatan Pulosari, Pemalang, Sudrajat, mengatakan aktivitas vulkanik Gunung Slamet masih tetap berstatus Siaga karena dapat meningkat lagi. "Kita masih terus pantau perkembangannya, karena gerakan Gunung Slamet belum dapat diperkirakan," kata Sudrajat.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(JCO)