medcom.id, Pangkalpinang: Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Pangkalpinang Bangka Belitung memprediksi ketinggian gelombang di perairan Belitung Timur Minggu hingga Selasa, 28-30 Desember 2014, mencapai 2-3 meter.
"Terpantau dari satelit, ketinggian gelombang dalam 1-2 hari ke depan ini untuk perairan Belitung Timur mencapai 2-3 meter," kata Slamet Supriyadi, Staf Analisa BMKG Pangkalpinang, hari ini.
Kecepatan angin di perairan Belitung Timur di atas normal yakni 9-40 km/jam sehingga memicu ketinggian gelombang. "Untuk angin, kecepatannya di atas normal mencapai sehingga semakin memicu ketinggian gelombang," terangnya.
Karenanya, dia mengimbau agar seluruh elemen masyarakat yang beraktifitas di laut untuk waspada dengan kecepatan angin dan ketinggian gelombang tersebut.
Sementara itu, anggota Tim Reaksi Cepat Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Babel, Nazroni, mengaku ketinggian gelombang dan kecepatan angin tersebut memang menghambat pencarian.
"Kalau memang ketinggian gelombang mencapai 2-3 meter dapat dipastikan menghambat pencarian," ungkapnya.
Sebagaimana diketahui, pesawat AirAsia QZ8501 kehilangan kontak sekitar pukul 06.17 WIB, dalam perjalanan dari Bandara Juanda menuju Bandara Changi, Singapura.
Pesawat rute Surabaya-Singapura berpenumpang 155 orang itu terakhir kali hilang kontak di titik kordinat 03.22.46 Lintang Selatan dan 108.50.07 Bujur Timur. Pihak Basarnas menyebut pesawat QZ8501 itu hilang di antara Pulau Belitung dan Kalimantan.
Menurut manifes AirAsia, pesawat mengangkut 155 penumpang terdiri dari 138 orang dewasa, 16 anak-anak, satu bayi dan enam kru.
BMKG menyatakan cuaca di lokasi pesawat AirAsia QZ8501 hilang kontak diliputi awan Kumulonimbus. Dapat dipastikan di lokasi tersebut turun hujan disertai petir.
"BMKG mencatat kondisi cuaca di titik hilang kontak pesawat AirAsia di perairan sebelah barat Pulau Kalimantan diliputi awan Kumulonimbus dengan ketinggian 45.000 feet," kata Kepala Bidang Pengelolaan Citra Satelit BMKG, Ana Oktafiana kepada Metro TV, Minggu (28/12/2014).
Ia menjelaskan awan jenis Kumulonimbus berpotensi menimbulkan hujan lebat dan disertai petir. Ana menambahkan pada pukul 07.55 WIB, saat pesawat dinyatakan hilang oleh ATC Bandara Soekarno-Hatta kondisi di perairan tersebut sudah mulai hujan.
"Saat kejadian hilang di pagi hari, kondisi cuaca di Pontianak, Belitung dan Ketapang sudah diguyur hujan dengan intensitas ringan," papar Ana.
medcom.id, Pangkalpinang: Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Pangkalpinang Bangka Belitung memprediksi ketinggian gelombang di perairan Belitung Timur Minggu hingga Selasa, 28-30 Desember 2014, mencapai 2-3 meter.
"Terpantau dari satelit, ketinggian gelombang dalam 1-2 hari ke depan ini untuk perairan Belitung Timur mencapai 2-3 meter," kata Slamet Supriyadi, Staf Analisa BMKG Pangkalpinang, hari ini.
Kecepatan angin di perairan Belitung Timur di atas normal yakni 9-40 km/jam sehingga memicu ketinggian gelombang. "Untuk angin, kecepatannya di atas normal mencapai sehingga semakin memicu ketinggian gelombang," terangnya.
Karenanya, dia mengimbau agar seluruh elemen masyarakat yang beraktifitas di laut untuk waspada dengan kecepatan angin dan ketinggian gelombang tersebut.
Sementara itu, anggota Tim Reaksi Cepat Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Babel, Nazroni, mengaku ketinggian gelombang dan kecepatan angin tersebut memang menghambat pencarian.
"Kalau memang ketinggian gelombang mencapai 2-3 meter dapat dipastikan menghambat pencarian," ungkapnya.
Sebagaimana diketahui, pesawat AirAsia QZ8501 kehilangan kontak sekitar pukul 06.17 WIB, dalam perjalanan dari Bandara Juanda menuju Bandara Changi, Singapura.
Pesawat rute Surabaya-Singapura berpenumpang 155 orang itu terakhir kali hilang kontak di titik kordinat 03.22.46 Lintang Selatan dan 108.50.07 Bujur Timur. Pihak Basarnas menyebut pesawat QZ8501 itu hilang di antara Pulau Belitung dan Kalimantan.
Menurut manifes AirAsia, pesawat mengangkut 155 penumpang terdiri dari 138 orang dewasa, 16 anak-anak, satu bayi dan enam kru.
BMKG menyatakan cuaca di lokasi pesawat AirAsia QZ8501 hilang kontak diliputi awan Kumulonimbus. Dapat dipastikan di lokasi tersebut turun hujan disertai petir.
"BMKG mencatat kondisi cuaca di titik hilang kontak pesawat AirAsia di perairan sebelah barat Pulau Kalimantan diliputi awan Kumulonimbus dengan ketinggian 45.000 feet," kata Kepala Bidang Pengelolaan Citra Satelit BMKG, Ana Oktafiana kepada Metro TV, Minggu (28/12/2014).
Ia menjelaskan awan jenis Kumulonimbus berpotensi menimbulkan hujan lebat dan disertai petir. Ana menambahkan pada pukul 07.55 WIB, saat pesawat dinyatakan hilang oleh ATC Bandara Soekarno-Hatta kondisi di perairan tersebut sudah mulai hujan.
"Saat kejadian hilang di pagi hari, kondisi cuaca di Pontianak, Belitung dan Ketapang sudah diguyur hujan dengan intensitas ringan," papar Ana.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(JCO)