Medan: Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Sumatra Utara mengajak anak-anak muda generasi Z dan generasi milenial untuk menjadi pemilih yang bijak dalam Pemilu 2024.
"Jumlah pemilih dari kedua generasi tersebut cukup signifikan, lebih dari 50 persen pemilih pada Pemilu 2024 berasal dari kalangan usia 17 hingga 45 tahun. Hal itu merupakan bonus demografi yang luar biasa," kata Anggota KPU Sumut, Benget Manahan Silitonga, di Medan, Selasa, 30 Mei 2023.
Benget menjelaskan generasi Z dan generasi milenial memiliki potensi besar terhadap pesta demokrasi di Indonesia, hal tersebut harus diiringi juga dengan pengetahuan soal pemilu.
"Mereka memiliki tantangan terkait rendahnya literasi tentang teknologi informasi dan dipadu juga dengan rendahanya literasi politik," jelasnya.
Benget mengatakan pihaknya akan terus menggencarkan sosialisasi kepada para pemilih pemula, agar mereka nantinya menggunakan hak pilihnya dengan baik pada pemilu mendatang.
Dalam sosialisasi yang diberikan, kata benget, pihaknya mendorong masyarakat khususnya para pemilih pemula untuk menangkal berita bohong atau hoaks pada Pemilu 2024 karena dapat menimbulkan perpecahan.
"Kita juga mengajak anak muda, untuk memahami politik yang lebih baik, untuk tidak berpolitik uang, tidak berpolitik sara dan tidak berpolitik identitas," ungkap benget.
Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow akun google news medcom.id
Medan: Komisi Pemilihan Umum (
KPU) Provinsi
Sumatra Utara mengajak anak-anak muda generasi Z dan generasi milenial untuk menjadi pemilih yang bijak dalam
Pemilu 2024.
"Jumlah pemilih dari kedua generasi tersebut cukup signifikan, lebih dari 50 persen pemilih pada Pemilu 2024 berasal dari kalangan usia 17 hingga 45 tahun. Hal itu merupakan bonus demografi yang luar biasa," kata Anggota KPU Sumut, Benget Manahan Silitonga, di Medan, Selasa, 30 Mei 2023.
Benget menjelaskan generasi Z dan generasi milenial memiliki potensi besar terhadap pesta demokrasi di Indonesia, hal tersebut harus diiringi juga dengan pengetahuan soal pemilu.
"Mereka memiliki tantangan terkait rendahnya literasi tentang teknologi informasi dan dipadu juga dengan rendahanya literasi politik," jelasnya.
Benget mengatakan pihaknya akan terus menggencarkan sosialisasi kepada para pemilih pemula, agar mereka nantinya menggunakan hak pilihnya dengan baik pada pemilu mendatang.
Dalam sosialisasi yang diberikan, kata benget, pihaknya mendorong masyarakat khususnya para pemilih pemula untuk menangkal berita bohong atau hoaks pada Pemilu 2024 karena dapat menimbulkan perpecahan.
"Kita juga mengajak anak muda, untuk memahami politik yang lebih baik, untuk tidak berpolitik uang, tidak berpolitik sara dan tidak berpolitik identitas," ungkap benget.
Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow akun google news medcom.id
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(DEN)