Pemerintah Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, meminta PDAM Cianjur segera memperbaiki  pipa induk yang rusak. FOTO: Branda ANTARA
Pemerintah Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, meminta PDAM Cianjur segera memperbaiki pipa induk yang rusak. FOTO: Branda ANTARA

PDAM Diminta Segera Perbaiki Pipa Induk yang Rusak Akibat Gempa Cianjur

Antara • 25 November 2022 19:05
 Cianjur: Pemerintah Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, meminta PDAM Cianjur segera memperbaiki  pipa induk yang rusak agar warga terdampak gempa tidak lagi kesulitan mendapatkan pasokan air bersih. Selama ini, air didistribusikan melalui puluhan tangki air.
 
Bupati Cianjur Herman Suherman mengatakan pasokan air PDAM sudah terganggu sejak gempa terjadi karena pipa induk di jalur Cirumput terputus. Ia mengatakan perlu diperbaiki segera, namun tingginya volume kendaraan menghambat perbaikan.
 
"Kami sudah instruksikan agar segera dilakukan perbaikan, namun kendalanya arus lalu lintas terutama kendaraan ambulans dan kendaraan relawan yang melakukan evakuasi masih tinggi, sehingga perbaikan belum dapat dilakukan," kata Herman, Jumat, 25 November 2022.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Untuk memenuhi kebutuhan air bersih, dibutuhkan sekitar 60 truk tangki air milik PDAM Cianjur, BPBD Cianjur, PMI, TNI/Polri dan sejumlah truk tangki milik kementerian. Ia memastikan pasokan air bersih tetap berjalan meski pipa PDAM belum dapat diperbaiki dengan cara menyebar tangki air ke berbagai wilayah yang membutuhkan.
 
Baca: Kondisi Terkini Gempa Cianjur, 310 Meninggal dan 24 Orang Hilang

"Silahkan hubungi PDAM Cianjur, atau tangki air yang melintas dapat dipesan untuk kebutuhan air bersih warga, baik di pengungsian atau di perkampungan yang terdampak karena saluran air belum mengalir sampai hari kelima ini," ucap Herman.
 
Direktur PDAM Cianjur Budi Karyawan mengatakan pipa induk yang rusak terletak di jalur evakuasi yang banyak dilalui kendaraan berbagai jenis termasuk kendaraan besar yang mengirim logistik. Ini menyebabkan perbaikan belum dapat dilakukan karena akan menghambat arus lalu lintas.
 
"Kami upayakan secepatnya setelah volume kendaraan berkurang, namun untuk kebutuhan air bersih tetap terpenuhi dengan adanya tangki dari tim tangap darurat bencana yang jumlahnya lebih dari 60 unit, menyuplai kebutuhan warga di titik pengungsian dan perkampungan," ujar Budi.
 
Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow akun google news medcom.id
 
(NUR)




LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif