Pedagang berjualan di kawasan Alun-Alun Kabupaten Cianjur, Jawa Barat pascagempa. Antara/ Feri Purnama
Pedagang berjualan di kawasan Alun-Alun Kabupaten Cianjur, Jawa Barat pascagempa. Antara/ Feri Purnama

Korban Gempa Cianjur Kembali Berjualan

Antara • 03 Desember 2022 12:16
Cianjur: Sejumlah pedagang yang menjadi korban gempa bumi di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, kembali berjualan untuk memenuhi kebutuhan ekonomi setelah sebelumnya berhenti berjualan karena mengurus rumah yang rusak.
 
Kegiatan pedagang sektor usaha makanan maupun bukan makanan sudah terlihat ramai di sejumlah ruas jalan, termasuk di titik keramaian masyarakat, seperti rumah sakit umum, Alun-Alun Cianjur, dan jalan protokol lainnya di Cianjur.
 
Salah seorang pedagang ayam goreng di sekitar Masjid Agung Cianjur, Agus Nana, 48, mengatakan gempa pada 21 November 2022 menyebabkan kerusakan rumahnya di RT01/RW09 Pamoyanan, Desa Pamoyanan, Kecamatan Cianjur Kota.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Ya terdampak gempa, tembok rumah saya kalau didorong sedikit saja bisa roboh," kata Agus di Cianjur, Sabtu, 3 Desember 2022.
 
Baca: BMKG: Kekuatan Gempa Susulan Makin Lemah di Cianjur

Sejak kejadian itu, ia mengaku terpaksa tidak berjualan ayam goreng di pinggir jalan sekitar kantor Bupati Cianjur karena harus menjaga anak-anak yang tinggal di tenda pengungsian.
 
Selama empat hari, ia memutuskan tidak berjualan, melainkan membereskan barang-barang rumah di pengungsian, terutama saat itu tidak mau meninggalkan anak karena masih trauma gempa susulan.
 
"Empat hari saya tidak berjualan, karena takut kalau meninggalkan anak di rumah, anak saya ada dua. Tidak apa-apa tidak punya penghasilan yang penting nyawa dulu," jelasnya.
 
Ia mengaku empat hari setelah gempa, mulai berani berjualan meskipun masih ada perasaan khawatir, terutama anak-anak yang tinggal di pengungsian.
 
Beberapa hari berjualan, kata dia, pedagang sudah kembali ramai, begitu juga banyak pembeli, ditambah banyak orang yang berdatangan ke Cianjur untuk memberikan bantuan yang dipusatkan di Pendopo Bupati Cianjur.
 
"Sekarang sudah mulai ramai normal, pas kejadian di sini sepi, sekarang ramai, di pasar juga barang tersedia, namun ada barang seperti bawang yang harganya naik," ungkapnya.
 
Pedagang lainnya juga sudah terlihat ramai berjualan, seperti di Jalan BLK Kecamatan Cianjur Kota, pusat pertokoan, dan titik-titik keramaian masyarakat.
 
Salah seorang pedagang nasi, Siti Masitoh, 60, mengaku baru bisa berjualan setelah sepekan gempa, karena sebelumnya tidak berpikir untuk berjualan terkait dengan kondisi rumahnya yang rusak parah.
 
"Baru seminggu berjualan, kalau setelah kejadian gempa tidak berjualan, karena barang-barang seperti kompor rusak, dan untung roda untuk jualan tidak rusak," ungkap Siti.
 
Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow akun google news medcom.id
 

 
 
(DEN)




LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif