Ilustrasi sosialisasi penertiban odong-odong di Terminal Kepuhsari, Jombang, Senin, 10 Februari 2020. Metro Tv/ Amir Zakky
Ilustrasi sosialisasi penertiban odong-odong di Terminal Kepuhsari, Jombang, Senin, 10 Februari 2020. Metro Tv/ Amir Zakky

Polres Jombang Ancam Penjarakan Pemilik Odong-Odong

Nasional keselamatan lalu lintas
Amir Zakky • 10 Februari 2020 21:03
Jombang: Polres Jombang akan menindak tegas pemilik odong-odong atau biasa disebut kereta kelinci dan bis tayo dengan penjara selama 1 tahun jika kedapatan tetap mengaspal di jalan raya. Upaya hukum tersebut terpaksa dilakukan untuk menegakkan undang-undang lalu lintas tentang angkutan jalan.
 
Kasatlantas Polres Jombang, AKP A Risky Ferdian Caropeboka, mengatakan ada puluhan unit kereta kelinci dan bis tayo yang marak beroperasi di wilayah Jombang tidak didukung dengan hasil uji tipe kendaraan.
 
"Jadi ada potensi pelanggaran bagi pemilik maupun pengemudi kereta kelinci dan bis tayo yang nekat menjalankan kendaraannya di jalan raya, sanksinya berdasarkan amanat Undang-Undang Nomor 22 tahun 2009, pasal 227, dendanya maksimal Rp. 24 juta, kurangan maksimal 1 tahun," kata Risky di Terminal Kepuhsari, Jombang, Senin, 10 Februari 2020.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Risky menjelaskan pasal 50 ayat 1 menyatakan bahwa uji tipe sebagaimana dimaksud dalam Pasal 49 ayat (2) huruf a wajib dilakukan bagi setiap kendaraan bermotor, kereta gandengan, dan kereta tempelan, yang diimpor, dibuat dan/atau dirakit di dalam negeri, serta modifikasi kendaraan bermotor yang menyebabkan perubahan tipe.
 
Selain alasan upaya menegakkan undang-undang, sanksi hukum tersebut juga sudah melalui tahapan sosialisasi dengan para pemilik. Adapun sebagai upaya toleransi, para pengemudi kereta kelinci dan bis tayo masih diperkenankan beroperasi di wilayah pedesaan.
 
"Untuk sementara, silahkan kalau di jalan desa. Tapi kalau di jalan raya, sudah pasti kami berikan sanksi tegas. Tadi para pemilik juga sudah menandatangi surat pernyataan komitmen bersama tidak akan mengoperasikan odong-odong dan bis tayo di jalan raya, baik jalan nasional, propinsi maupun jalan kabupaten," jelas Risky.
 
Odong-odong atau biasa disebut kereta kelinci dan bis tayo merupakan kendaraan modifikasi yang dibuat mirip dengan gerbong kereta api atau armada bis. Kendaraan modifikasi tersebut rata-rata dijalankan dengan mesin diesel.
 
Rata-rata kendaraan tersebut dipakai untuk mengangkut penumpang, baik anak-anak maupun orang dewasa. Jika musim libur sekolah, kereta kelinci atau bis tayo ini kerap dipakai untuk perjalanan wisata jarak dekat hingga kerap dipakai untuk mengangkut ibu-ibu pengajian.
 
Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Jombang, Hartono, mengatakan berdasarkan hasil pendataan sedikitnya ada 84 unit kereta kelinci dan bis tayo yang ada di wilayah tersebut. Data itu didapat setelah pihaknya mengundang seluruh pemilik untuk diberi sosialisasi di Aula Terminal Kepuhsari, Jombang.
 
"Pendataan awal 84 unit, tetapi kemungkinan lebih, tadi ada beberapa orang yang mengaku punya lebih dari satu," kata Hartono.
 
Menurut Harotno keberadaan kereta kelinci serta bis tayo yang kian marak perlu disikapi secara bijak karena menyangkut nasib pekerjaan puluhan hingga ratusan orang.
 
"Ini semua penduduk Kabupaten Jombang, tidak mungkin diputus atau dilarang secara sepihak. Kalau sepihak sudah jelas, tadi disampaikan Pak Kasatlantas bahwa itu pelanggaran (lalu lintas). Tetapi karena sama-sama mencari makan, itu ada batasan yang tidak boleh dilanggar," jelas Hartono.
 
Sementara Misnan, salah satu pemilik kereta kelinci yang tinggal di Desa Menganto, Kecamatan Mojowarno, Kabupaten Jombang, mengaku bisa menerima pembatasan itu asal tetap diperbolehkan beroperasi. Ia beralasan jalan tengah tersebut sebagai celah baginya untuk tetap bisa mencari nafkah.
 
"Ya tidak apa apa kan masih boleh beroperasi meski tidak boleh di jalan raya. Bagi kami yang penting bisa tetap mencari nafkah untuk menghidupi keluarga dan anak-anak," ucap Misnan, usai mengikuti acara sosialisasi.
 

(DEN)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif