Sepeda motor yang dibakar massa di Jalan Malioboro, Yogyakarta. MI/ARDI TERISTI
Sepeda motor yang dibakar massa di Jalan Malioboro, Yogyakarta. MI/ARDI TERISTI

Usai Aksi, Malioboro Berbenah Demi Wisatawan

Nasional pariwisata Omnibus Law Demo Tolak Omnibus Law UU Cipta Kerja Sri Sultan Hamengku Buwono X
Media Indonesia.com • 14 Oktober 2020 09:49
Yogyakarta: Kepala Dinas Pariwisata Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Singgih Raharjo pantas kesal. upayanya meningkatkan kunjungan wisawata ke Malioboro akibat pandemi covid-19, berantakan gara-gara aksi anarkistis.
 
"Gara-garanya demo anarkistis," kata Singgih, melansir Mediaindonesia.com, Rabu, 14 Oktober 2020.
 
Dia menerangkan, dalam beberapa pekan terakhir, pada Sabtu dan Minggu jumlah pengunjung ke Malioboro mencapai 20 ribu per hari. Namun, akhir pekan lalu, terjadi penurunan hingga 5.000-an pengunjung per hari.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Kunjungan ke Malioboro sudah mulai bangkit dengan penerapan protokol kesehatan. Wisatawan mulai percaya diri datang, tapi demonstrasi anarkistis telah berdampak buruk," tambahnya.
 
Dia mengaku, untuk mengembalikan kepercayaan wisatawan, Singgih berjanji akan gencar mempromosikan Yogyakarta aman dan nyaman. Prajurit Keraton Yogayakarta kini turut menjaga kawasan Malioboro.
 
Baca:Sri Sultan Sebut Demo RicuhBy Design
 
"Pada akhir pekan, Bregada Prajurit Keraton Yogyakarta akan ikut berjaga di Malioboro," tukas Singgih.
 
Sebelumnya, pada aksi penolakan UU Omnibus Law di Gedung DPRD DIY dan Jalan Malioboro, pada Kamis, 8 Oktober 2020, beragam kerusakan terjadi. Bahkan kafe pun terbakar.
 
Pantauan Medcom.id, Kafe Legian di Jalan Malioboro terbakar di bagian depan. Bangunan kafe tersebut tampak gosong. Selain itu, sejumlah motor terbakar dan kaca mobil rusak.
 
Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta, Sri Sultan Hamengku Buwono X, menyatakan kejadian itu bukan spontanitas massa, alias sudah didesain.
 
"Kenapa saya katakan itu by design? Karena peristiwa itu terjadi setelah unjuk rasa yang dilakukan pelajar, mahasiswa dan buruh sudah selesai. Tapi, ada sekelompok orang yang tidak mau pergi. Kami tidak mengenal mereka itu siapa," ujar Sultan, Jumat, 9 Oktober 2020.
 
(LDS)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif