Suasana sidang dua terdakwa begal sadis yang memotong tangan krobannya, Pengadilan Negeri Makassar, Selasa 12 Maret 2019. Medcom.id/Muhammad Syawaluddin
Suasana sidang dua terdakwa begal sadis yang memotong tangan krobannya, Pengadilan Negeri Makassar, Selasa 12 Maret 2019. Medcom.id/Muhammad Syawaluddin

Begal Pemotong Tangan Dituntut 17 Tahun Penjara

Nasional begal begal motor
Muhammad Syawaluddin • 12 Maret 2019 20:01
Makassar: Dua terdakwa pembegal sadis dituntut 17 tahun penjara oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) saat sidang lanjutan di Pengadilan Negeri Makassar, Sulawesi Selatan, Selasa 12 Maret 2019. Keduanya terkenal keji karena tak segan memotong tangan korban hingga putus.
 
Jaksa Adrian Dwi Saputra mengatakan, kedua terdakwa dianggap terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana pidana pencurian dengan kekerasan, yang diatur dalam Pasal 365 Ayat 4 KUHP.
 
"Menjatuhkan pidana terhadap Terdakwa I Aco alias Pengkong dan Terdakwa II Firmansyah alias Firmasn alias Emmang dengan pidana penjara masing-masing 17 tahun dikurangi selama para terdakwa berada dalam tahanan,” katanya.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Baca: Begal Pemotong Tangan di Makassar Ditangkap
 
Dalam amar tuntutan tersebut JPU juga membacanya bahwa yang memberatkan kedua terdakwa karena perbuatan mereka dianggap telah meresahkan masyarakat. Perbuatan merekapun terbilang sadis dengan memotong tangan korbannya.
 
Tidak hanya itu, terdakwa atas nama Aco alias Pengkong merupakan residivis dalam kasus yang sama, artinya ada pengulangan tindak pidana. Sementara, Firmansyah alias Memang sudah menjalani tahanan dalam kasus penganiayaan.
 
"Perbuatan terdakwa dilakukan secara sadis hingga mengakibatkan saksi Imran cacat seumur hidup dan mengalami trauma," katanya lagi.
 
Dalam persidangan, barang bukti kejahatan turut jadi materi tuntutan. JPU meminta kepada hakim agar telepon genggam korban yang sempat dijual pelaku kepada penadah, dikembalikan kepada pemiliknya. Sedangkan parang yang digunakan menebas, agar dimusnahkan dan motor yang dirampas jadi milik negara.
 
Sebelumnya diberitakan, aparat Polrestabes Makassar menangkap para terdakwa begal potong tangan, dua hari setelah beraksi. Kedua pelaku sempat menjual telepon genggam hasil rampasan seharga Rp900 ribu. Hasilnya dibagi dua, masing-masing Rp400 ribu.
 
Saat itu, pelaku mengaku merampok dengan sepeda motor milik orang lain. Usai beraksi, pemilik motor diberi uang Rp100 ribu. Sedangkan korbannya, sempat dirawat intensif di rumah sakit selama beberapa hari.
 

(ALB)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif