Sejak 2007, Bidan Nita mengabdikan diri membantu ibu hamil dan anak di pelosok Desa Giri Sako, Kecamatan Logas Tanah Darat, Kabupaten Kuantan Singingi, Riau (Foto:Dok)
Sejak 2007, Bidan Nita mengabdikan diri membantu ibu hamil dan anak di pelosok Desa Giri Sako, Kecamatan Logas Tanah Darat, Kabupaten Kuantan Singingi, Riau (Foto:Dok)

Gigih Tekan Angka Kematian Bumil, Bidan Nita Butuh Bantuan Bangun Posyandu dan Balai Penyuluhan

Rosa Anggreati • 06 Agustus 2022 12:41
Riau: Fasilitas kesehatan di daerah masih banyak yang belum optimal. Keterbatasan peralatan dan tenaga medis kerap terjadi. Salah satunya dapat dilihat di pelosok Desa Giri Sako, Kecamatan Logas Tanah Darat, Kabupaten Kuantan Singingi, Riau. 
 
Meski di tengah kondisi serba terbatas, ada sosok perempuan yang gigih berjuang mengabdikan diri membantu ibu hamil (bumil) dan anak-anak. Dia adalah Senita Riskiwahyuni atau akrab disapa Bidan Nita. 
 
Sejak 2007, Bidan Nita mengabdikan diri membantu ibu hamil dan anak di pelosok Desa Giri Sako, Kecamatan Logas Tanah Darat, Kabupaten Kuantan Singingi, Riau. Berkat kerja kerasnya, Bidan Nita berhasil meniadakan angka kematian ibu hamil. Kini, perjuangannya untuk terus menjaga dan mengedukasi warga masih terus berlanjut.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Bidan Nita mengubah rumah dinasnya menjadi posyandu untuk memberikan penyuluhan kepada ibu hamil dan membantu memastikan jaminan kelahiran mereka.
 
Perempuan berumur 38 tahun ini pernah menjadi juara 1 bidan teladan se-Provinsi Riau pada 2017, dan terpilih mengikuti pelatihan kesehatan ibu dan anak di Tochigi, Jepang, selama 18 hari bersama 12 bidan lainnya seluruh Indonesia.
 
Sepulang dari Jepang ia merintis program Posyandu Remaja, karena melihat masih tingginya kasus pernikahan dini, kecanduan rokok, dan pergaulan bebas. Posyandu Remaja didesain untuk memberikan informasi, saling asuh dan kontrol sesama remaja, serta menciptakan banyak kegiatan positif untuk remaja.
 
Kegiatan itu antara lain, membuat kerajinan setiap Jumat malam dan berkebun di belakang balai desa pada hari Minggu. Semua hasil karya mereka kemudian dijual dan bisa bermanfaat untuk anggota. Setiap anggota juga bergiliran membuat presentasi tentang bahaya pernikahan dini, risiko pernikahan dini terhadap persalinan ibu dan bayi, kampanye bebas rokok, hingga melawan narkoba.
 
Pada 2018, setengah dari jumlah remaja di desa Giri Sako bergabung dengan Posyandu Remaja. Diharapkan dengan bergabungnya para remaja akan berdampak terhadap upaya menghilangkan pernikahan dini seutuhnya.
 
Kini, Bidan Nita masih aktif melakukan kegiatan sosial dengan berkeliling ke 15 desa untuk membina bidan dan kader kesehatan tanpa imbalan.
 
Sayangnya, saat ini posyandu yang masih menggunakan rumah dinas Bidan Nita minim fasilitas. Di desa Giri Sako pun belum tersedia balai penyuluhan untuk melakukan sosialisasi kesehatan.
 
Bidan Nita berharap bisa mewujudkan posyandu dan balai penyuluhan menjadi tempat aman dan nyaman bagi ibu hamil, balita, dan warga.
 
TemanBaik, mari kita bantu mewujudkan harapan Bidan Nita dan warga desa Giri Sako dengan menyalurkan bantuan melalui BenihBaik.com.
 
Klik di sini untuk donasi.
 
BenihBaik.com merupakan situs galang dana dan donasi online yang didirikan oleh Andy Flores Noya, Khristiana Anggit Mustikaningrum, dan Firdaus Juli sebagai penghubung #TemanBaik untuk membantu #TemanKita. Berdiri sejak 2019, BenihBaik.com telah mendapatkan izin dari Kementerian Sosial, serta Kementerian Komunikasi dan Informasi. BenihBaik.com dipercaya jutaan masyarakat dan berbagai perusahaan sebagai jembatan kebaikan warga agar bisa sehat sejahtera, dan teredukasi dengan baik.
 
(ROS)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif