Penyidik Polda Sumatera Utara menyerahkan tersangka dokter G (nomor tiga dari kanan) kepada Jaksa Penuntut Umum di Kejaksaan Negeri Medan. ANTARA/HO-
Penyidik Polda Sumatera Utara menyerahkan tersangka dokter G (nomor tiga dari kanan) kepada Jaksa Penuntut Umum di Kejaksaan Negeri Medan. ANTARA/HO-

Berkas Perkara Dokter Penyuntik Vaksin Kosong di Medan P21

Nasional medan vaksin Vaksinasi covid-19 Sumatra Utara
Antara • 12 Mei 2022 06:50
Medan: Penyidik Direktorat Reskrimsus Polda Sumatera Utara telah menyerahkan tersangka dokter G yang memberikan suntik vaksin kosong. Kasus ini segera disidangkan. 
 
"Berkas tersangka sudah tahap II dan dinyatakan lengkap sehingga penyidik Dit Reskrimsus Polda Sumut menyerahkan dokter G ke JPU," kata Kabid Humas Polda Sumut Kombes Pol Hadi Wahyudi, dalam keterangan tertulis, diterima di Medan, Rabu, 11 Mei 2022.
 
Hadi menyebutkan, penyerahan tersangka oleh penyidik Polda Sumut diterima JPU dari Kejati Sumut Febrina Sebayang dan Rahmi Syafrina di Ruang Tahap II Bidang Pidana Umum (Pidum) Kejaksaan Negeri Medan.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Sementara, Kepala Kejaksaan Negeri Medan Teuku Rahmatsyah melalui Kasi Intelijen Simon mengatakan penyerahan tahap II dari Polda Sumut sudah selesai dilakukan.
 
"Selanjutnya JPU sedang menyiapkan dakwaannya agar dapat segera dilimpahkan ke Pengadilan Negeri Medan. Namun, tersangka tidak dilakukan penahanan," ucap Simon.
 
Baca: Kasus Suntik Vaksin Kosong di Medan Segera Dilimpahkan ke Kejaksaan
 
Sebelumnya, pemberian suntik vaksin kosong dilakukan oknum dokter G saat menjadi vaksinator anak berusia 6-11 tahun di SD Wahidin, Senin, 17 Januari 2022.
 
Saat pelaksanaan vaksinasi berlangsung, orang tua murid tersebut memvideokan anaknya yang sedang menjalani vaksinasi.
 
Setelah dilihat videonya, diduga vaksin yang diberikan kepada anaknya kosong. Kemudian orang tua anak memberitahu kepada anggota keluarga lainnya dan video itu viral di media sosial.
 
Atas perbuatan tersebut tersangka dikenakan melanggar Pasal 14 ayat 1 dan atau Pasal 14 ayat 2 Undang-undangg Nomor 4 Tahun 1984 tentang wabah penyakit menular.
 
(WHS)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif