ilustrasi/Medcom.id
ilustrasi/Medcom.id

Strategi Pemkot Surabaya Antisipasi Varian Deltacron

Amaluddin • 17 Maret 2022 15:50
Surabaya: Kasus covid-19 varian Omicron di Kota Surabaya menurun dalam dua pekan di bulan Maret 2022. Namun, kini muncul varian baru, gabungan antara Delta dan Omicron, atau disebut Deltacron.
 
"Hingga sekarang varian Deltacron belum ditemukan kasusnya. Meski belum ditemukan, kami tidak tinggal diam dengan menyiapkan berbagai strategi untuk mengantisipasinya," kata Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Surabaya, Nanik Sukristina, di Surabaya, Kamis, 17 Maret 2022.
 
Di antaranya, melakukan optimalisasi penguatan upaya 3T (tracing, testing, dan treatment). Kemudian, operasi yustisi protokol kesehatan (prokes) di tempat keramaian, yang menjadi konsentrasi masyarakat. 

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Strategi lainnya, mempersiapkan RS rujukan covid-19 untuk memfasilitasi kasus-kasus kondisi sedang hingga berat. Lalu mengoptimalkan pelaksanaan vaksinasi primer covid-19, dan dilanjutkan dengan booster," ujarnya. 
 
Nanik menegaskan penanganan Deltacron dengan varian lainnya sama, yakni dengan penerapan 3T, prokes, hingga vaksinasi. 
 
Baca:  125.958 Warga Bangka Tengah Terlindungi Vaksin Covid-19
 
"Saat ini, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI masih melakukan pemantauan, terhadap perkembangan varian Deltacron yang telah terdeteksi di beberapa negara Eropa. Selain itu, juga mengupdate secara rutin data perkembangan dari WHO," ujarnya.
 
Meski kasus Deltacron belum ditemukan di Surabaya, Nanik mengingatkan masyarakat tetap waspada dengan varian ini. Karena varian Deltacron masih dalam penelitian dan pemantauan oleh WHO, termasuk gejalanya.
 
"Namun, beberapa gejala yang perlu diperhatikan yaitu suhu tinggi, batuk terus menerus, kehilangan indera penciuman dan perasa, sakit kepala, serta sesak napas," ucap dia.
 
(NUR)




LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif