Dokumentasi personel Satuan Tugas Madago Raya menyisiri sektor IV, yang meliputi wilayah Kabupaten Sigi hingga lembah Napu di Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah. ANTARA/HO-Humas Satgas Madago Raya
Dokumentasi personel Satuan Tugas Madago Raya menyisiri sektor IV, yang meliputi wilayah Kabupaten Sigi hingga lembah Napu di Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah. ANTARA/HO-Humas Satgas Madago Raya

Buru Anak Buah Ali Kalora, Satgas Sisir Hutan Sigi hingga Napu Poso

Nasional terorisme Teroris Mujahidin Indonesia Timur Satgas Operasi Madago Raya
Antara • 13 Januari 2022 11:18
Poso: Satuan Tugas Madago Raya menyisiri sektor IV yang meliputi wilayah Kabupaten Sigi hingga Lembah Napu di Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah, untuk mencari sisa anggota Mujahidin Indonesia Timur Poso yang masuk dalam daftar pencarian orang.
 
Penyisiran di sektor IV ini dipimpin Kepala Operasi Madago Raya, Brigjen Reza Arief Dewanto,  yang didampingi Komandan Satuan Brimob Polda Sulawesi Tengah, Kombes Mohammad A Hidayat.
 
"Sudah mulai 11 Januari sampai hari ini terus menyisir satu persatu Pos Sekat di Sektor IV," ungkap Kepala Satuan Tugas Humas Operasi Madago Raya, Didik Supranoto, Kamis, 13 Januari 2022.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Menurut dia selain penyisiran juga memeriksa pos dan personel yang ada di lapangan. "Pos harus rutin dilakukan untuk memotivasi personel di lapangan," kata dia.
 
Baca juga: Kabupaten Bantul Mulai Vaksinasi Penguat Pekan Depan
 
Dengan tewasnya Ahmad Panjang alias Ahmad Gazali yang diduga jadi pemenggal kepala korban-korban warga sipil setempat beberapa waktu lalu, masih tersisa tiga anggota MIT Poso yang diburu, yakni Askar aliad Jaid alias Pak Guru, Nae alias Galuh alias Muklas, dan Suhardin alias Hasan Pranata.
 
Ketiga orang ini ditengarai masih berkeliaran di pegunungan Kabupaten Poso, Kabupaten Parigi Moutong, dan Kabupaten Sigi.
 
Satgas Madago Raya juga terus mengimbau kepada mereka segera menyerahkan diri. Juga mengimbau kepada warga untuk tidak memberikan bantuan dalam bentuk apa pun kepada kelompok ekstrem kanan itu. 
 
"Kepada warga masyarakat di lokasi wilayah operasi untuk menghentikan memberikan bantuan makanan atau bantuan dalam bentuk lain, karena ada konsekuensi hukum bila ditemukan di lapangan," kata dia.

 
(MEL)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif