Karyawan memeriksa pompa air Sungai Bengawan Solo untuk Instalasi Pengolahan Air (IPA) Semanggi di Desa Kadokan, Grogol, Sukoharjo, Jawa Tengah, Jumat (6/9/2019). ANTARA FOTO/Mohammad Ayudha
Karyawan memeriksa pompa air Sungai Bengawan Solo untuk Instalasi Pengolahan Air (IPA) Semanggi di Desa Kadokan, Grogol, Sukoharjo, Jawa Tengah, Jumat (6/9/2019). ANTARA FOTO/Mohammad Ayudha

Ganjar: Ada Pipa Siluman ke Sungai Bengawan Solo

Nasional pencemaran sungai
Mustholih • 13 September 2019 17:43
Semarang: Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menyoroti pencemaran limbah di Sungai Bengawan Solo. Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, mendapat informasi pencemaran itu tidak hanya terjadi di Kabupaten Blora.
 
Menurut Ganjar, pencemaran di Bengawan Solo disebabkan oleh pabrik yang diam-diam membuang limbah ke sungai terpanjang di Pulau Jawa itu.
 
"Tidak hanya di Blora. Kemarin ada pipa-pipa siluman yang masuk ke bawah dan ternyata dibuang ke Bengawan Solo," kata Ganjar, Semarang, Jawa Tengah, Jumat, 13 September 2019.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Ganjar menyatakan beberapa hari ini pihaknya sempat dibikin bingung dari mana pencemaran tersebut bermula. Setelah ditelusuri, ternyata Pabrik-pabrik ada yang membuang limbah secara sembunyi-sembunyi ke Bengawan Solo.
 
"Kita tidak tahu, enggak kelihatan dari mana, ternyata dari bawah. Kita haru mengedukasi pabrik-pabrik agar nanti dibuatkan IPAL," ujar Ganjar menegaskan.
 
Menurut Ganjar, menangani pencemaran sungai Bengawan Solo harus melibatkan banyak Pemerintah Daerah. Sebab, sungai ini melintasi beberapa Kabupaten dan dua Provinsi di Pulau Jawa. "Ada beberapa kabupaten dan dua provinsi yang dilewati, Jawa Tengah dan Jawa Timur," jelas Ganjar.
 
Ganjar mengaku sudah berkomunikasi dengan Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indarparawansa, terkait masalah Bengawan Solo. Intinya, kata Ganjar, Jawa Timur siap diajak bekerjasama menangani masalah pencemaran di Bengawan Solo. "Jadi pas takziah Pak Habibie ketemu mbak Khofifah untuk bareng-bareng selesaikan," jelas Ganjar.
 
Di lingkungan Pemerintah Provinsi Jateng, masalah pencemaran Bengawan Solo menjadi perhatian serius. Bahkan, masalah ini sempat dibahas disela-sela rapat rencana Jateng menggelar kongres sampah. "Tadi malam saya rapat persiapan kongres sampah juga bahas itu," ungkap Ganjar.
 
Ganjar menegaskan pencemaran Bengawan Solo tidak hanya terjadi di satu titik. Namun, Ganjar mengaku belum tahu persis lokasi pencematan tersebut. "Belum tahu. Ada di beberapa tempat. Kalau nemu air hitam, merah, tiba-tiba biru itu benar-benar tercemar," tegasnya.
 

(ALB)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif