Warga mengambil air dari lubang yang digali di dasar sungai yang mengering di Dukuh Sasak, Toroh, Grobogan, Jawa Tengah, Rabu (25/7). ANTARA FOTO/Yusuf Nugroho.
Warga mengambil air dari lubang yang digali di dasar sungai yang mengering di Dukuh Sasak, Toroh, Grobogan, Jawa Tengah, Rabu (25/7). ANTARA FOTO/Yusuf Nugroho.

Empat Kabupaten di Jawa Tengah Kesulitan Air Bersih

Nasional musim kemarau
Antara • 12 Juli 2019 15:47
Semarang: Empat kabupaten di Provinsi Jawa Tengah telah mengajukan permintaan bantuan air bersih ke pemerintah provinsi untuk memenuhi kebutuhan air warga yang terdampak kekeringan karena kemarau. Sejumlah sumber air di wilayah Jawa Tengah sudah tidak bisa lagi memenuhi kebutuhan air bersih.
 
"Kabupaten Boyolali, Temanggung, Klaten, dan Pati meminta bantuan air bersih karena sudah tidak mampu lagi untuk memenuhi kebutuhan air bersih bagi warganya," kata Kepala Pelaksana Harian Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jawa Tengah Sudaryanto
di Semarang, Jumat, 12 Juli 2019.
 
Sudaryanto menjelaskan keempat kabupaten itu termasuk dalam kelompok 14 kabupaten/kota yang menghadapi kekeringan dan kekurangan air bersih. Kabupaten/kota yang dana tanggap daruratnya sudah habis dan tidak punya dana untuk mengatasi dampak kekeringan bisa mengajukan permohonan bantuan air bersih ke pemerintah provinsi melalui BPBD Jawa Tengah.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Tahun ini kami telah menganggarkan Rp320 juta untuk pengadaan 1.000 tangki air bersih," jelas Sudaryanto.
 
Pemerintah Provinsi, BPBD dan dinas terkait di Jawa Tengah sudah memetakan daerah-daerah yang berpotensi menghadapi kekeringan selama musim kemarau tahun ini. Berdasarkan hasil inventarisasi dan identifikasi yang dilakukan pemerintah provinsi, 1.319 desa di 287 kecamatan di 31 kabupaten/kota di Jawa Tengah rawan mengalami kekeringan.
 
Sebanyak 545.851 keluarga yang terdiri atas 2.056.287 orang di wilayah tersebut sudah menghadapi dampak kekeringan. Musim kemarau di Jawa Tengah diprakirakan mencapai puncaknya pada Agustus hingga November 2019.
 

(DEN)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif