Ilustrasi Medcom.id/ Mohammad Rizal.
Ilustrasi Medcom.id/ Mohammad Rizal.

Polisi Kembali Tangkap Bocah SMP Pelaku Pembacokan

Nasional kejahatan
Ahmad Mustaqim • 09 Desember 2019 09:30
Sleman: Polisi kembali menangkap tiga anak Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Yogyakarta terkait kasus pembacokan. Mereka membacok seorang berinisial M. Awan Saktiyananto, 21, warga Karawang, Jawa Barat, di Jalan Balirejo, Muja-muju, Umbulharjo, Yogyakarta, Minggu, 10 November 2019.
 
Kapolsek Umbulharjo, Komisaris Alaal Prasetyo, mengatakan tiga bocah yang ditangkap yakni AM, 17; NS, 15; dan IN, 15. Mereka ditangkap di rumah masing-masing yang berada di Kabupaten Bantul, Kamis, 5 Desember 2019.
 
"Kami lakukan penangkapan ketiganya hasil pengembangan keterangan dari tersangka lain," kata Alaal di Polsek Umbulharjo, Minggu, 8 Desember 2019.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Dua bocah yang sebelumnya telah ditangkap dalam kasus serupa yakni RK, 15; dan RD, 14. Keduanya melakukan tindakan serupa di Jalan Ireda Kecamatan Gondomanan, Kota Yogyakarta, 1 Desember 2019. Dari dua bocah SMP itu lantas tertangkap informasi kelompok lain.
 
"Mereka melakukan pengakuan, yang mana telah melakukan pembacokan," jelas Alaal.
 
Alaal mengatakan kelima bocah tersebut memiliki keterkaitan dalam tindak kejahatan di Yogyakarta. Mereka memiliki geng pelajar masing-masing.
 
Menurut dia mereka acap kali saling memamerkan tindakan kriminal dengan membacok orang yang tak dikenal di jalanan. Tindakan kejahatan di jalanan ini yang mereka sebut sebagai eksistensi kelompok masing-masing.
 
"Mereka saling kenal, istilahnya cari pengakuan," jelas Alaal.
 
Ia menyayangkan bocah seusia SMP sudah menjadi pelaku kriminal. Terlebih mereka masih memiliki masa depan lebih panjang saat dewasa.
 
Alaal menambahkan, pihaknya menyita barang bukti, seperti satu unit sepeda motor, sebuah jaket, dan senjata tajam. Polisi menjerat para tersangka dengan Pasal 170 ayat (1) dan (2) Jo 55 KUHP sub Pasal 354 ayat 1 junto 55 KUHP, subsider Pasal 351 ayat (1) dan (2) Jo 55 KUHP, tentang penggunaan senjata tajam hingga melukai seseorang. Ancaman pidananya maksimal sembilan tahun dibui.
 
Kini para tersangka dititipkan di Balai Perlindungan dan Rehabilitasi Sosial Remaja (BPRSR) di Denggung, Kabupaten Sleman. "Kami titipkan sementara sembari proses hukum berjalan," pungkas Allal.
 
(DEN)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif