KPH Notonegoro (Kiri) GKR Bendara (tengah). (Foto: Medcom.id/Patricia Vicka)
KPH Notonegoro (Kiri) GKR Bendara (tengah). (Foto: Medcom.id/Patricia Vicka)

Sekaten 2019 Digelar Tanpa Pasar Malam

Nasional tradisi keraton yogyakarta
Patricia Vicka • 03 Oktober 2019 21:10
Yogyakarta: Hajad Dalem (perayaan tradisi) sekaten akan kembali digelar di Yogyakarta pada 1-9 November 2019. Berbeda dengan tahun sebelumnya, Sekaten tahun ini dilakukan tanpa pasar malam.
 
Penghageng Kawedanan Hageng Punokawan (KHP) Kridomardowo yang mengurusi soal kesenian dan budaya, KPH Notonegoro, menjelaskan, peniadaan pasar malam dilakukan agar masyarakat dapat merasakan semangat, ruh, dan keaslian sekaten.
 
"Pasar malam itu sebenarnya bukan bagian dari sekaten. Kami ingin kembali mengajak masyarakat merasakan dan mendapatkan makna asli dari perayaan sekaten," jelas KPH Notonegoro di kompleks Keraton Yogyakarta, Kamis, 3 Oktober 2019.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Menantu keempat Sri Sultan Hamengku Buwana X ini mengatakan perayaan sekaten berasal dari kata syahadat. Ia menuturkan dahulu Keraton dan para wali memakai tradisi budaya untuk menyebarkan syiar dan ajaran agama islam ke masyarakat.
 
Untuk lebih memudahkan dakwah, digelarlah serangkaian prosesi budaya. Di antaranya pemukulan gamelan dengan gending khusus, syiar, pameran budaya, dan barang pusaka Keraton. Dalam dakwah turut diselipkan ajakan dan semangat rakyat melawan penjajah.
 
Sayangnya semakin hari, lanjutnya, makna dan semangat sekaten luntur dengan adanya pasar malam. Pasar malam yang berlokasi di Alun-alun Utara Keraton Yogyakarta malah menjadi daya tarik utama warga Yogyakarta yang datang ke sekaten.
 
"Orang sekarang datang ke sekaten karena mau ke pasar malam. Mereka jadi enggak mengerti dan merasakan makna sekaten. Maka pasar malam di hapuskan. Kemungkinan diadakan tiap dua tahun sekali,"kata dia.
 
Wakil Ketua Panitia Sekaten Gusti Kanjeng Raden (GKR) Bendara mengungkapkan sejumlah kegiatan budaya akan digelar dalam perayaan sekaten. Serangkaian acara Sekaten akan berlangsung di dua lokasi yakni Masjid Gede Kauman dan Pagelaran Keraton Yogyakarta. Pembukaan sekaten diawali dengan prosesi Miyos Gangsa.
 
"Miyos gangsa itu keluarnya gamelan Keraton Kanjeng Kiai (KK) Gunturmadu dan Kanjeng Kiai (KK) dari dalem keraton ke pagongan Masjid gede Kauman," jelasnya.
 
Miyos Gangsa akan berlangsung pada Minggu, 3 November 2019 pukul 23.00 WIB. Usai dikeluarkan, gamelan akan ditabuh dengan gending (nada) khusus oleh para abdi dalem. Gamelan akan ditabuh selama seminggu hingga Sabtu, 9 November 2019.
 
"Lalu kita adakan prosesi Kondur Gangsa atau memasukkan kembali gamelan Keraton. Acara sekitar pukul 23.00 WIB," kata putri bungsu Sri Sultan HB X ini.
 
Perayaan sekaten akan ditutup dengan tradisi kirab Grebeg Mulud. Prosesi kirab gunungan ini akan berlangsung pada Minggu, 10 November 2019. Selain itu turut akan diadakan pameran pusaka dan manuskrip Keraton, sejumlah perlombaan, dan bazar makanan. Panitia akan membuka sekitar 20 gerai kuliner di Pagelaran Keraton Yogyakarta.
 
"Kami mengajak seluruh masyarakat hadir dan merasakan Sekaten yang original. Target peserta ada 35 ribu orang yang datang," pungkas GKR Bendara.
 

(MEL)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif