Sulut Klaim Semakin Maju
Gubernur Sulut Olly Dondokambey. Foto: Antara/Hafidz Mubarak
Manado: Gubernur Sulewesi Utara Olly Dondokambey mengaku terus mewujudkan seluruh program pembangunan di daerahnya. Sejak mengemban tugas gubernur pada hari pertama, Februari 2016, Olly mengklaim Sulut semakin hari semakin maju di berbagai bidang.

Politikus PDI Perjuangan ini mencontohkan salah satu kemajuan di daerah yang dikenal dengan sebutan Nyiur Melambai ini, ada di bidang pariwisata.

Olly menuturkan, upaya pengembangan pariwisata semakin diperlebar melalui promosi pariwisata ke mancanegara dan keikutsertaan dalam berbagai pameran promosi. Olly juga mengklaim hasil nya berdampak pada meningkatnya jumlah wisatawan mancanegara. 


Di tahun 2017 jumlah wisatawan mancanegara mencapai hampir 100 ribu orang. Sementara kalkulasi wisatawan nusantara berjumlah 1.698.523 orang.

"Hal ini, memicu berkembangnya usaha sarana penunjang, seperti jumlah hotel berbintang mencapai 38 hotel, dan hotel non bintang mencapai 325 hotel," ujar Olly, Senin, 7 Mei 2018, di Manado.

Adapun dalam urusan penanaman modal, Olly menerangkan peningkatan signifikan terjadi di bidang investasi Penanaman Modal Asing (PMA) dan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) sudah melebihi target Rencana Pembangunan Jangka Menegah Daerah (RPJMD) dengan target 346 proyek yang bernilai Rp2,5 triliun.

"Sedangkan dalam realisasi kita mampu mencetak angka spektakuler, yakni sebesar Rp7.935.940.139.000, atau mencapai 317,44% dari target," bebernya.

Menurut Olly, perkembangan sektor pariwisata serta meningkatnya nilai investasi PMA dan PMDN berdampak positif pada pertumbuhan ekonomi Sulut. Olly menuturkan, perekonomian Sulawesi Utara tahun 2017 tumbuh sebesar 6,32%, meningkat sebesar 0,15% dibandingkan tahun 2016 yang berada pada poin 6,17%.

Angka kemiskinan juga mampu ditekan sebesar 0,3% dari angka 8,20% pada tahun 2016 menjadi 7,9% di tahun 2017, diikuti oleh angka pengangguran sebesar 6,20% di tahun 2016 berkurang menjadi 6,18% pada tahun 2017.

"Untuk inflasi, turun dari 3,31% di tahun 2016, menjadi 2,44% di tahun 2017. Sebaliknya pada bidang investasi mengalami kenaikan signifikan dari 4,5 triliun di tahun 2016, naik menjadi 6 triliun pada tahun 2017," jelasnya.

Sementara itu, dalam bidang pendidikan, Olly menyebutkan berbagai kemajuan dan prestasi yang telah dicapai, antara lain Angka Partisipasi Kasar (APK), untuk SD sebesar 106,09%; SMP, 106.93%; dan SMA, 88,22%; Angka Partisipasi Murni (APM) di tingkat SD sebesar 89,93%; SMP, 76,19%  dan SMA, 61,97%; 

Angka Partisipasi Sekolah (APS) usia 7-12 tahun sebesar 98,12%; usia 13-15 tahun sebesar 88,50% dan usia 16-18 tahun sebesar 68,52%; angka putus sekolah untuk tingkat SD, 0,13%, SMP, 0,37% dan SMA, 0,08% serta SMK, 0,40%.

Adapun Angka Melek Huruf sebesar 99,63%, atau mampu menekan angka buta huruf hingga titik 0,37%, dengan kontribusi rata-rata bersekolah mencapai 9,09 tahun dan tingkat kelulusan untuk SD mencapai 100% kelulusan, SMP 99,99%, SMA, 99.97%, SMK, 99,96%.         

"Angka tersebut menjadi cerminan keberhasilan kinerja kita dalam aspek pemerataan dan perluasan kesempatan memperoleh pendidikan," ungkap Olly.

Keberhasilan pembangunan ini membuat Sulut berhasil meraih sejumlah penghargaan dari pemerintah pusat atau pihak swasta.



(ALB)

metro tv
  • Opsi Opsi
  • kick andy Kick Andy
  • economic challenges Economic Challenges
  • 360 360