Beberapa santri mengintip aktifitas puncak Gunung Slamet yang terlihat dari Desa Kutabawa, Karangreja, Purbalingga, Jateng, Sabtu (13/9) - ANT/Idhad Zakaria
Beberapa santri mengintip aktifitas puncak Gunung Slamet yang terlihat dari Desa Kutabawa, Karangreja, Purbalingga, Jateng, Sabtu (13/9) - ANT/Idhad Zakaria

Angin Kencang, Lereng Slamet Hujan Abu Tipis

Supardji Rasban • 16 September 2014 17:25
medcom.id, Brebes: Hujan abu tipis menaburi kawasan lereng Gunung Slamet di Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, Selasa (16/9/2014). Hujan abu terjadi lantaran tiupan angin kencang.
 
Debu tipis terlihat di rumah-rumah warga dan fasilitas umum. Murid sekolah Dasar (SD) harus membersihkan kotoran debu yang tampak di kelas sebelum jam pelajaran dimulai.
 
Abu itu diduga sisa letusan yang terjadi saat aktivitas Gunung Slamet meningkat pada Rabu (10/9/2014) hingga Jumat (12/9/2014). Sebab, sejak Ahad hingga hari ini, aktivitas gunung tertinggi di Jateng itu terbilang menurun.

Petugas Komando Distrik Militer/Kodim 0723 Brebes, Pelda Susanto, yang sedang piket di posko pengamanan bahaya erupsi Gunung Slamet di Desa Dawuhan, Kecamatan Sirampog, Kabupaten Brebes, menyebut tidak ada lagi dentuman yang terdengar hari ini.
 
"Hanya mengeluar asap putih ke arah utara. Tapi karena anginnya kencang, terjadi hujan debu tipis mungkin sisa hujan debu sebelumnya,"' ujar Susano, siang tadi.
 
Tujuh dusun di Desa Dawuhan masuk bagian terdampak erupsi Slamet. Letak geografis desa hanya 8 kilometer dari puncak Gunung Slamet. Desa Dawuhan menjadi titik kumpul evakuasi bila Gunung Slamet erupsi.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(JCO)


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

>