Jakarta: Sungguh miris, 26 santri di sebuah pondok pesantren di Ogan Ilir, Sumatra Selatan, menjadi korban pelecehan seksual oleh pengasuh. Pelaku dikenal kurang bergaul dan tertutup.
Pihak pengurus pesantren tetap melaksanakan aktivitas belajar seperti biasa. Pimpinan pesantren menolak berbicara kepada media massa terkait hal ini.
Pimpinan pondok pesantren mengaku tidak ada di tempat. Salah seorang guru di pondok pesantren mengatakan tersangka yang berinisial J sedang diperiksa polisi.
“Tersangka adalah pendamping di asrama siswa di pesantren dan bertugas antara pukul 15.00-07.00 WIB,” kata presenter Metro TV Marvin Sulistio dalam program Metro Pagi Primetime, Senin, 20 September 2021.
Mirada, salah satu guru pondok pesantren lain, mengatakan tersangka juga mengajar selain menjadi pendamping anak-anak asrama. “Kalau kami kan mengajar dari jam 08.00 WIB sampai sore. Dia mengajar sekali dua kali, enggak banyak,” kata Mirada.
Jakarta: Sungguh miris, 26 santri di sebuah pondok pesantren di Ogan Ilir, Sumatra Selatan, menjadi korban pelecehan seksual oleh pengasuh. Pelaku dikenal kurang bergaul dan tertutup.
Pihak pengurus pesantren tetap melaksanakan aktivitas belajar seperti biasa. Pimpinan pesantren menolak berbicara kepada media massa terkait hal ini.
Pimpinan pondok pesantren mengaku tidak ada di tempat. Salah seorang guru di pondok pesantren mengatakan tersangka yang berinisial J sedang diperiksa polisi.
“Tersangka adalah pendamping di asrama siswa di pesantren dan bertugas antara pukul 15.00-07.00 WIB,” kata presenter
Metro TV Marvin Sulistio dalam program
Metro Pagi Primetime, Senin, 20 September 2021.
Mirada, salah satu guru pondok pesantren lain, mengatakan tersangka juga mengajar selain menjadi pendamping anak-anak asrama. “Kalau kami kan mengajar dari jam 08.00 WIB sampai sore. Dia mengajar sekali dua kali, enggak banyak,” kata Mirada.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(SUR)