Bandung: Polisi masih menyelidiki motif percobaan bunuh diri yang dilakukan oleh Ketua Harian Asosiasi Kafe dan Restoran (AKAR) berinisial GB. Saat ini GB masih dalam perawatan medis di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung.
"Diketahui korban berinisial GB dan identitasnya adalah sebagai Ketua Harian AKAR, yang mana sebelum dia melakukan upaya tindakan bunuh diri, dia menelepon temannya seorang PNS di Humas Kota Bandung dengan memberi informasi dia ada di depan," ucap Kapolrestabes Bandung, Kombes Pol Ulung Sampurna Jaya, Rabu, 4 Agustus 2021.
Ulung mengatakan, GB diketahui sudah terbaring di tengah jalan saat didatangi rekannya berinisial JJ. Kemudian JJ pun berlari mendatangi GB untuk melihat kondisinya.
"Dan dilakukan pencegahan oleh JJ tapi sudah terlambat karena sudah menusuk perutnya kemudian lehernya kiri dan kanan," ucap Ulung.
Para saksi kemudian menghubungi polisi dan ambulans untuk membawa GB ke rumah sakit. Saat ini, GB masih dalam perawatan medis dan nyawanya masih tertolong.
"Saat ini sudah di rumah sakit Hasan Sadikin untuk mendapatkan pertolongan, dan dari kejadian ini didapat barang bukti sebuah pisau," lanjut Ulung.
Baca: Diduga Depresi, Lansia Bunuh Diri Ditinggal Istri Meninggal karena Covid-19
Pihaknya masih menyelidiki motif percobaan pembunuhan dan kronologi kejadian. Termasuk apakah penerapan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) menjadi salah satu pemicu tindakan tersebut.
Menurut Ulung, sebelumnya pihak kepolisian telah memfasilitasi pertemuan AKAR dengan Pemerintah Kota Bandung.
"Kami masih mendalami apakah itu terkait dengan PPKM, karena pada saat kemarin sebelum PPKM juga kita sudah memfasilitasi antara Ketua Harian AKAR ini dengan Pemerintah Kota Bandung," ucap dia.
Bandung: Polisi masih menyelidiki motif percobaan bunuh diri yang dilakukan oleh Ketua Harian Asosiasi Kafe dan Restoran (AKAR) berinisial GB. Saat ini GB masih dalam perawatan medis di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung.
"Diketahui korban berinisial GB dan identitasnya adalah sebagai Ketua Harian AKAR, yang mana sebelum dia melakukan upaya tindakan bunuh diri, dia menelepon temannya seorang PNS di Humas Kota Bandung dengan memberi informasi dia ada di depan," ucap Kapolrestabes Bandung, Kombes Pol Ulung Sampurna Jaya, Rabu, 4 Agustus 2021.
Ulung mengatakan, GB diketahui sudah terbaring di tengah jalan saat didatangi rekannya berinisial JJ. Kemudian JJ pun berlari mendatangi GB untuk melihat kondisinya.
"Dan dilakukan pencegahan oleh JJ tapi sudah terlambat karena sudah menusuk perutnya kemudian lehernya kiri dan kanan," ucap Ulung.
Para saksi kemudian menghubungi polisi dan ambulans untuk membawa GB ke rumah sakit. Saat ini, GB masih dalam perawatan medis dan nyawanya masih tertolong.
"Saat ini sudah di rumah sakit Hasan Sadikin untuk mendapatkan pertolongan, dan dari kejadian ini didapat barang bukti sebuah pisau," lanjut Ulung.
Baca:
Diduga Depresi, Lansia Bunuh Diri Ditinggal Istri Meninggal karena Covid-19
Pihaknya masih menyelidiki motif percobaan pembunuhan dan kronologi kejadian. Termasuk apakah penerapan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) menjadi salah satu pemicu tindakan tersebut.
Menurut Ulung, sebelumnya pihak kepolisian telah memfasilitasi pertemuan AKAR dengan Pemerintah Kota Bandung.
"Kami masih mendalami apakah itu terkait dengan PPKM, karena pada saat kemarin sebelum PPKM juga kita sudah memfasilitasi antara Ketua Harian AKAR ini dengan Pemerintah Kota Bandung," ucap dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(SYN)