Pekerja mengamankan barang-barang dari dalam truk yang terjebak lahar hujan di aliran sungai Senowo kawasan lereng Gunung Merapi Dusun Trono, Krinjing, Dukun, Magelang, Jateng, Kamis (2/12/2021). (Foto: ANTARA/Anis Efizudin)
Pekerja mengamankan barang-barang dari dalam truk yang terjebak lahar hujan di aliran sungai Senowo kawasan lereng Gunung Merapi Dusun Trono, Krinjing, Dukun, Magelang, Jateng, Kamis (2/12/2021). (Foto: ANTARA/Anis Efizudin)

Waspadai Aliran Lahar Dingin dari Gunung Merapi

Nasional banjir gunung merapi banjir lahar Bencana Banjir Erupsi Gunung
Ahmad Mustaqim • 04 Desember 2021 12:44
Yogyakarta: Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Yogyakarta mengimbau masyarakat mewaspadai aliran lahar dingin dari Gunung Merapi.
 
Kondisi ini tak lepas dari tingginya curah hujan di puncak Gunung Merapi dan telah terjadi sejumlah kendaraan tertimbun lahar di sepanjang aliran sungai kawasan Kabupaten Magelang, Jawa Tengah.
 
"Intensitas curah hujan sebesar 83 mm/jam selama 225 menit di Pos Kaliurang pada 30 November 2021. Dilaporkan terjadi penambah aliran dan lahar pada Sungai Woro, Gendol, Kuning, Boyong, dan Bebeng pada tanggal 1 Desember 2021," kata Kepala BPPTKG, Hanik Humaida dihubungi, Sabtu, 4 Desember 2021.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Hanik menerangkan, aktivitas vulkanis Gunung Merapi masih tinggi dalam periode 26 November-2 Desember 2021. Dalam periode itu, tercatat terjadi dua kali guguran awan panas di arah barat daya dengan estimasi jarak luncur hingga 3 kilometer pada 1 Desember.
 
"Saat itu dilaporkan adanya hujan abu tipis pada wilayah timur-tenggara Gunung Merapi, yaitu Mriyan, Sangup Tamansari Boyolali, dan Gedongijo Klaten," ujar Hanik. 
 
Baca juga: Wapres Ma'ruf Amin Resmikan Monumen Perjuangan Covid-19 Jabar
 
Selain itu, ia melanjutkan, guguran lava juga teramati sebanyak 170 kali ke arah barat daya. Jarak luncur material lava ini maksimal sejauh 2 kilometer dari puncak.
 
Ia juga menerangkan, teramati penurunan tinggi kubah barat daya sekitar dua meter. Sedangkan, kondisi morfologi kubah lava tengah tidak teramati adanya perubahan yang signifikan.
 
"Volume kubah lava barat daya sebesar 1.615.000 meter kubik dan kubah tengah sebesar 2.948.000 meter kubik," ungkapnya.
 
Menurut Hanik, intensitas kegempaan pada minggu ini lebih tinggi dibandingkan minggu lalu. Deformasi Gunung Merapi yang dipantau dengan menggunakan EDM pada minggu ini menunjukkan laju pemendekan jarak sebesar 0,7 sentimeter per hari.
 
"Sampai saat ini aktivitas vulkanik Gunung Merapi masih cukup tinggi berupa aktivitas erupsi efusif sehingga statusnya masih siaga. Kami ingatkan akan bahaya guguran lava ataupun awan panas dengan jarak sekitar tiga kilometer di titik Kali Woro dan lima kilometer di arah sungai Gendol, Kuning, Boyong, Bedog, Krasak, Bebeng, dan Putih," jelasnya.
 
(MEL)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif