Yogyakarta: Masyarakat Yogyakarta diminta tak cemas mengantisipasi penyebaran virus korona baru yang sudah masuk ke Indonesia. Kepala Dinas Kesehatan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Pembayun Setyaning Astutie, mengatakan virus korona lebih banyak menyerang orang berusia lanjut.
"Angka kematian (akibat virus korona) usianya di atas 60 tahun. Angka kesembuhannya jauh lebih besar," kata Pembayun di Kompleks Kepatihan Yogyakarta, Kamis, 5 Maret 2020.
Pembayun mengutip salah satu hasil riset yang dilakukan Shanghai Tech University di Tiongkok. Salah satu hasilnya yakni, dari total sebanyak 85.756 orang terjangkit virus korona, sebanyak 39.797 orang bisa sembuh.
"Artinya ada sekian persen kembali sehat. Kematian (akibat virus korona) di luar wilayah Wuhan hanya 0,7 persen," jelas Pembayun.
Dia menyebut persentase orang terpapar virus korona juga lebih banyak pada usia lanjut, yakni umur 50 hingga 59 tahun, sekitar 1,3 persen. Lalu dengan usia 40 hingga 49 (persetasenya 0,21 persen), usia 30-39 (kematian 0,41 persen. Adapun pada usia produktif pada angka 0,1 persen..
"Angka kesembuhan akan menjadi salah satu cara menenangkan masyarakat," ungkap Pembayun.
Pembayun menambahkan pemerintah DIY sudah sejak 31 Januari 2020 mulai mengantisipasi penyebaran virus korona. Berbagai lembaga pemerintahan lintas sektor telah dilibatkan membahas langkah antisipasi apa saja yang perlu dilakukan.
"Pada 10 Februari kami koordinasi dengan rumah sakit di DIY. Dinas kesehatan di kabupaten dan kota kita harapkan juga membuat posko. Kami juga menyediakan hot line komunikasi tentang covid 19, dengan nomor 08112764800," jelasnya.
Sementara Dokter Spesialis Penyakit Dalam dan Konsultan Paru, RSUP Dr Sardjito, Ika Trisnawati, menambahkan angka kematian akibat virus korona lebih kecil dibanding kasus SARS dan MERS Cov. Ia menyebut persentase kematian akibat SARS sebesar 9,4 persen, kasus MERS Cov sebesar 34,4 persen, dan kasus virus korona sebesar 3,4 persen.
"(Orang terjangkit virus korona) banyak meninggal pada angka usia lanjut, disertai penyakit penyerta yang lain. Penyakit yang sudah dimiliki pasien sudah ada. Ada penyakit kronis, paru, TBC, paru, ginjal, liver. Pasien ini terkena covid. Orang sehat respon imunnya bagus," kata Ika.
Yogyakarta: Masyarakat Yogyakarta diminta tak cemas mengantisipasi penyebaran virus korona baru yang sudah masuk ke Indonesia. Kepala Dinas Kesehatan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Pembayun Setyaning Astutie, mengatakan virus korona lebih banyak menyerang orang berusia lanjut.
"Angka kematian (akibat virus korona) usianya di atas 60 tahun. Angka kesembuhannya jauh lebih besar," kata Pembayun di Kompleks Kepatihan Yogyakarta, Kamis, 5 Maret 2020.
Pembayun mengutip salah satu hasil riset yang dilakukan Shanghai Tech University di Tiongkok. Salah satu hasilnya yakni, dari total sebanyak 85.756 orang terjangkit virus korona, sebanyak 39.797 orang bisa sembuh.
"Artinya ada sekian persen kembali sehat. Kematian (akibat virus korona) di luar wilayah Wuhan hanya 0,7 persen," jelas Pembayun.
Dia menyebut persentase orang terpapar virus korona juga lebih banyak pada usia lanjut, yakni umur 50 hingga 59 tahun, sekitar 1,3 persen. Lalu dengan usia 40 hingga 49 (persetasenya 0,21 persen), usia 30-39 (kematian 0,41 persen. Adapun pada usia produktif pada angka 0,1 persen..
"Angka kesembuhan akan menjadi salah satu cara menenangkan masyarakat," ungkap Pembayun.
Pembayun menambahkan pemerintah DIY sudah sejak 31 Januari 2020 mulai mengantisipasi penyebaran virus korona. Berbagai lembaga pemerintahan lintas sektor telah dilibatkan membahas langkah antisipasi apa saja yang perlu dilakukan.
"Pada 10 Februari kami koordinasi dengan rumah sakit di DIY. Dinas kesehatan di kabupaten dan kota kita harapkan juga membuat posko. Kami juga menyediakan hot line komunikasi tentang covid 19, dengan nomor 08112764800," jelasnya.
Sementara Dokter Spesialis Penyakit Dalam dan Konsultan Paru, RSUP Dr Sardjito, Ika Trisnawati, menambahkan angka kematian akibat virus korona lebih kecil dibanding kasus SARS dan MERS Cov. Ia menyebut persentase kematian akibat SARS sebesar 9,4 persen, kasus MERS Cov sebesar 34,4 persen, dan kasus virus korona sebesar 3,4 persen.
"(Orang terjangkit virus korona) banyak meninggal pada angka usia lanjut, disertai penyakit penyerta yang lain. Penyakit yang sudah dimiliki pasien sudah ada. Ada penyakit kronis, paru, TBC, paru, ginjal, liver. Pasien ini terkena covid. Orang sehat respon imunnya bagus," kata Ika.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(DEN)