Warga di Desa Pasir Goong, Kecamatan Cilaku, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, berinisiatif mendirikan tempat khusus yang diperuntukan bagi aktivitas pasangan suami istri, yang diberi nama
Warga di Desa Pasir Goong, Kecamatan Cilaku, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, berinisiatif mendirikan tempat khusus yang diperuntukan bagi aktivitas pasangan suami istri, yang diberi nama

Warga Cianjur Inisiatif Buat Tenda Khusus untuk Pasutri Korban Gempa

Antara • 30 November 2022 20:44
Cianjur: Warga di Desa Pasir Goong, Kecamatan Cilaku, Kabupaten Cianjur berinisiatif mendirikan tempat khusus untuk aktivitas pasangan suami istri yang diberi nama 'tenda sakinah'. Sang penggagas Feri R Firdaus mengatakan tenda khusus didirikan untuk memenuhi kebutuhan biologis suami istri yang terganggu akibat gempa bumi.
 
Menurut dia, tenda sakinah didirikan setelah ada salah seorang warga Desa Pasir Goong yang pulang kampung seusai merantau kerja selama dua bulan bertepatan dengan terjadinya gempa bumi di Kabupaten Cianjur.
 
Rumah warga tersebut rusak akibat gempa sehingga harus mengungsi di tenda yang didirikan di lapangan desa.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Nah warga ini, kan dia hampir dua bulan kerja di luar, ninggalin istri, niatnya melepas rasa rindu sama istri setelah dua bulan merantau kerja. Tapi apa daya, terjadi gempa," kata dia.
 
Baca: Bupati Cianjur Tunggu Asesmen BMKG untuk Kawasan Bebas Hunian Pascagempa

Mendapatkan keluh kesah warga tersebut, akhirnya Feri berinisiatif mendirikan sebuah tenda milik anggota Pramuka yang muat untuk tiga hingga empat orang. Feri mengaku pada awal didirikan, keberadaan tenda khusus ini sempat menjadi pertentangan sejumlah warga karena dianggap hal yang tabu.
 
Namun, seiring berjalannya waktu masa tanggap darurat dan warga belum bisa menempati kembali rumahnya, akhirnya 'tenda sakinah' ini diterima oleh semua warga.
 
"Warga pun akhirnya memahami karena ini kan salah satu kebutuhan biologis untuk pasangan suami istri," kata dia.
 
Feri menceritakan ada kisah lucu tentang tenda sakinah yakni saat dirinya memasang jadwal pasangan suami istri untuk menggunakan tenda tersebut.
 
"Jadi saat saya akan pasang kertas berisi jadwal pemakaian. Itu mereka pada protes, aduh, malu, jangan dipajang nama-namanya," ujarnya.
 
Dia memastikan tenda tersebut tidak disalahgunakan oleh pasangan bukan suami istri. "Karena yang mengungsi di lapangan ini kan warga satu RT, tidak ada dari RT lain. Jadi saya tahu siapa-siapa saja pengungsi di sini," kata dia
 
Feri menambahkan, pemerintah dalam hal ini Kantor Kementerian Agama di Kabupaten Cianjur bisa ikut andil atau hadir dalam urusan kebutuhan biologis warga yang mengungsi saat ada gempa.
 
"Kemenag itu tugasnya bukan hanya menikahkan saja tetapi juga ikut bertanggung untuk hal seperti ini (memenuhi kebutuhan dasar warga yang mengungsi saat ada bencana, termasuk kebutuhan biologis)," katanya.
 
Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow akun google news medcom.id
 
(WHS)




LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif