Kupang: Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) melaporkan sebagian wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) sudah memasuki musim hujan 2022-2023.
"Sebagian wilayah NTT saat ini telah memasuki musim hujan dan sebagian lagi masih berada pada masa peralihan musim kemarau ke musim hujan," kata Kepala Stasiun Meteorologi El Tari Kupang BMKG, Agung Sudiono Abadi, di Kupang, Selasa, 8 November 2022.
Dia menjelaskan kondisi suhu permukaan laut yang hangat dan kelembapan yang cukup basah di setiap lapisan atmosfer menyebabkan sebagian besar wilayah NTT berpotensi hujan ringan-sedang yang dapat disertai petir dan angin kencang berdurasi singkat.
Potensi hujan tersebut berpeluang melanda sejumlah wilayah di NTT dalam beberapa hari ke depan, yaitu di Kabupaten Manggarai Barat, Manggarai, Nagekeo, Ngada, Ende, Sikka, Alor.
Selain itu, juga terjadi di Kabupaten Kupang, Kota Kupang, Timor Tengah Selatan, Timor Tengah Utara, Rote Ndao, Sumba Timur, Sumba Tengah, Sumba Barat dan Sumba Barat Daya.
"Kondisi curah hujan, berpotensi menimbulkan bencana hidrometeorologi, seperti banjir bandang, banjir, tanah longsor," jelas Agung.
Agung meminta masyarakat di daerah yang berpotensi terdampak agar meningkatkan kewaspadaan dan melakukan langkah-langkah mitigasi bencana yang diperlukan untuk meminimalisasi dampak atau resiko.
Dia juga mengingatkan masyarakat terutama yang bermukim di area bukit atau lereng agar lebih waspada terhadap tanah longsor.
"Ketika terjadi hujan berdurasi waktu yang panjang, silahkan mengevakuasi diri ke tempat yang lebih aman," ujarnya.
Kupang: Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (
BMKG) melaporkan sebagian wilayah Nusa Tenggara Timur (
NTT) sudah memasuki musim hujan 2022-2023.
"Sebagian wilayah NTT saat ini telah memasuki
musim hujan dan sebagian lagi masih berada pada masa peralihan musim kemarau ke musim hujan," kata Kepala Stasiun Meteorologi El Tari Kupang BMKG, Agung Sudiono Abadi, di Kupang, Selasa, 8 November 2022.
Dia menjelaskan kondisi suhu permukaan laut yang hangat dan kelembapan yang cukup basah di setiap lapisan atmosfer menyebabkan sebagian besar wilayah NTT berpotensi hujan ringan-sedang yang dapat disertai petir dan angin kencang berdurasi singkat.
Potensi hujan tersebut berpeluang melanda sejumlah wilayah di NTT dalam beberapa hari ke depan, yaitu di Kabupaten Manggarai Barat, Manggarai, Nagekeo, Ngada, Ende, Sikka, Alor.
Selain itu, juga terjadi di Kabupaten Kupang, Kota Kupang, Timor Tengah Selatan, Timor Tengah Utara, Rote Ndao, Sumba Timur, Sumba Tengah, Sumba Barat dan Sumba Barat Daya.
"Kondisi curah hujan, berpotensi menimbulkan bencana hidrometeorologi, seperti banjir bandang, banjir, tanah longsor," jelas Agung.
Agung meminta masyarakat di daerah yang berpotensi terdampak agar meningkatkan kewaspadaan dan melakukan langkah-langkah mitigasi bencana yang diperlukan untuk meminimalisasi dampak atau resiko.
Dia juga mengingatkan masyarakat terutama yang bermukim di area bukit atau lereng agar lebih waspada terhadap tanah longsor.
"Ketika terjadi hujan berdurasi waktu yang panjang, silahkan mengevakuasi diri ke tempat yang lebih aman," ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(DEN)