Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto. (Foto: Medcom.id/Rizky)
Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto. (Foto: Medcom.id/Rizky)

Bima Arya Dukung RUU Larangan Minuman Beralkohol

Nasional undang-undang bupati bogor minuman beralkohol Bima Arya Sugiarto
Rizky Dewantara • 16 November 2020 14:32
Bogor: Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto mendukung rancangan Undang-Undang (RUU) larangan minuman beralkohol.Rancangan aturan yang diusulkan 21 anggota DPR semata untuk melindungi generasi muda dari penyalahgunaan minuman beralkohol.
 
"Intinya RUU larangan minuman beralkohol itu tidak bertentangan dengan Undang-Undang atau konstitusi kita dalam rumusannya," ujar Bima, di Balai Kota Bogor, Jawa Barat, Senin, 16 November 2020.
 
Menurut dia, RUU tersebut konteksnya bukan pelarangan tapi pembatasan. Di negara-negara maju lainnya, minol (minuman beralkohol) masih bisa dikonsumsi bagi yang bukan muslim.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Saya sepakat jika kaum muslim tidak boleh minum-minuman beralkohol. Tapi perlu merumuskan secara teknis batasannya di mana, pelonggarannya di mana?" beber dia.
 
Baca juga:Penyebab Kebakaran di Polda Jatim Masih Misteri
 
Lebih lanjut, sejauh ini substansi RUU larangan minuman beralkohol pada dasarnya sudah berjalan di Kota Bogor. Pihaknya sudah cukup keras dalam menerapkan pembatasan peredaran minol.
 
"Kota Bogor keras sekali terhadap miras, ada pembatasan. Aturan kami juga tegas, seperti di sekitar sekolah, gelanggang olahraga, dan tempat ibadah dilarang berjualan miras," ungkapnya.
 
Bima mengaku setuju dengan RUU larangan minuman beralkohol tersebut. Terpenting, pembatasannya harus jelas.
 
"Saya juga berharap agar peredaran minol dapat dikenakan pajak yang tinggi oleh pemerintah pusat. Karena, Kota Bogor sendiri tidak ingin mengambil keuntungan pajak dari peredaran minol," tambah dia.
 
(MEL)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif