Upaya Pemda Musi Banyuasin Tingkatkan Kualitas Pendidikan
Pemda Kabupaten Musi Banyuasin menggandeng Putera Sampoerna Foundation - School Development Outreach (PSF-SDO) mengembangkan program pendidikan bagi guru dan siswa sekolah (Foto:Dok)
Jakarta: Terinspirasi pemikiran Nelson Mandela bahwa pendidikan adalah senjata paling kuat yang dapat digunakan untuk mengubah dunia, Pemerintah Daerah (Pemda) Musi Banyuasin berkomitmen meningkatkan kualitas pendidikan.

"Apa yang dipercayai Nelson Mandela rupanya juga dijiwai oleh Pemerintah Daerah Musi Banyuasin. Pendidikan memang akar perubahan menuju arah yang positif. Namun memajukan pendidikan merupakan tanggung jawab kolektif," kata H Dodi Bupati  Musi Banyuasin Reza Alex Noerdin.

Selama dua tahun terakhir, Pemda Kabupaten Musi Banyuasin bersama Dinas Pendidikan dan Kebudayaan setempat menggandeng Putera Sampoerna Foundation - School Development Outreach (PSF-SDO) untuk mengembangkan program pendidikan bagi guru dan siswa sekolah.

"Putera Sampoerna Foundation – School Development Outreach (PSF–SDO) selaku penggagas program mengapresiasi Pemda Musi Banyuasin atas kinerjanya dalam memajukan dan menunjukkan bukti bahwa PSF–SDO  juga mendorong pemerintah daerah untuk berinovasi. Kami berharap program serupa menginspirasi dan diterapkan di berbagai daerah di Indonesia sehingga pendidikan menjangkau segala lini," kata Head of SDO Gusman Yahya.

Program pendidikan tersebut ialah Lighthouse School Program dan Teacher Learning Center. Keduanya menjadi solusi bagi program pendidikan yang sesuai kebutuhan siswa  dan para guru sebagai ujung tombak.

"Dengan Lighthouse School Program dan Teacher Learning Center, pendidikan di Musi Banyuasin telah menjadi pendidikan yang kekinian," ucap Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Musi Banyuasin Musni Wijaya S.Sos, M.Si.


Lighthouse School Program

Lighthouse School Program merupakan Program Pengembangan Sekolah Model yang bertujuan meningkatkan kualitas sekolah yang terintegrasi dan intensif. Program ini diperkaya praktek pembelajaran internasional, yang fokus pada bidang science, technology, English dan math, untuk membangun reputasi sekolah yang terpercaya dan guru-guru berkualitas. 

Lighthouse School Program membuka peluang kerja sama internasional dengan Margaret River Senior High School (Western Australia) dan Cempaka Internasional School (Kuala Lumpur).



Siswa-siswi dan didampingi oleh guru masing-masing sekolah mengikuti menjalani kegiatan belajar di kelas. Untuk yang non-akademik, siswa akan bergabung dengan para siswa di sekolah tersebut  dalam kegiatan kesiswaan atau ekstrakurikule. Selama 10 hari mereka didampingi oleh siswa pendamping (buddy) dari Margaret River Senior High School dan Cempaka International School. Untuk program di Kuala Lumpur, seusai sekolah, siswa akan ikut dengan buddy tinggal di keluarganya (foster/host family). Melalui kegiatan ini para siswa mendapatkan pengalaman berharga tinggal di keluarga berbeda di luar negeri. Pengalaman penting untuk belajar budaya satu sama lain dan antar negara. 

 

Prestasi dari siswa-siswi di Musi Banyuasin pun patut dibanggakan. Pada 2017, tiga putra daerah yaitu Artika Salsabila (SDN 1 Babat Toman), Gandes (SDN 1 Babat Toman), dan Bindu (SMPN 1 Sungai Lilin) berhasil memenangkan kompetisi vlog internasional dan bersaing dengan peserta lain dari Asia Tenggara. 

Atas antusiasme tersebut, maka pada 19 - 24 November 2018,  Lighthouse School Program bekerja sama dengan Pejuang Digital mengadakan Pelatihan Vlogging bagi siswa-siswi SMPN 1 dan SMPN 6 Sekayu, Musi Banyuasin. Hal ini untuk melatih siswa membuat vlog sendiri dengan tetap menyebarkan informasi yang positif seputar diri dan lingkungan sekolah. 

 

Tidak hanya itu, Lighthouse School Program juga berhasil mendongkrak reputasi sekolah-sekolah di Musi Banyuasin. Sederet prestasi yang dicapai yaitu peningkatan akreditasi SDN 1 Sungai Lilin menjadi A+ (Skor: 98), penataan tempat parkir di SDN 1 Sungai Lilin, serta terbentuknya kelas model di SDN 1 Babat Toman, dinominasikannya SMPN 1 Babat Toman menjadi Sekolah Sehat.


Teacher Learning Center

Guru merupakan ujung tombak pendidikan di sekolah. Maka bukan hanya sekolah dan siswanya saja yang harus meningkat reputasinya. Pada program Teacher Learning Center (Pusat Belajar Guru), guru menjadi sentra pembelajaran sehingga dapat mengembangkan profesinya dengan biaya lebih terjangkau. 

 

Sampai saat ini, telah banyak kegiatan yang dilakukan. Beberapa di antaranya adalah Sosialisasi Program PBG (Pusat Belajar Guru), Seleksi Calon Guru Inti dan Pengelola PBG, dan berbagai lokakarya yang diadakan bagi guru inti dan pengelola PBG. Seluruh kegiatan tersebut dilakukan rutin sepanjang 2018. 

“Setelah mengikuti beberapa kali (sesi) pelatihan dari PSF-SDO, saya merasa mendapatkan banyak sekali penambahan ilmu, terutama dalam hal andragogi, survei, dan perencanaan kegiatan pendidikan dan pelatihan,” ucap Rr Wahyuningtyas Dwi Lestari,  S.Si., M.Pd, guru inti dari SMP Negeri 7 Babat Supat yang mengikuti program PBG.

(ROS)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id