Ratusan etnis Rohingya terdampar di Aceh menjalani pemeriksaan kesehatan dan dilaukan swab. foto: Istimewa
Ratusan etnis Rohingya terdampar di Aceh menjalani pemeriksaan kesehatan dan dilaukan swab. foto: Istimewa

Imigran Rohingya Akan Diberi Tempat Layak, Vaksinasi Jadi Syarat Wajib

Fajri Fatmawati • 08 Maret 2022 09:02
Bireuen: Ratusan imigran etnis Rohingya yang terdampar di Aceh, pada Minggu, 6 Maret 2022, hingga kini masih berada di menasah Desa Alue Buya Pasi, Kecamatan Jangka, Kabupaten Bireuen. Para pencari suaka asal Myanmar itu untuk sementara waktu ditampung di tempat itu.
 
Panglima Laot Kabupaten Bireuen, Badruddin Yunus, mengatakan, imigran yang berjumlah 114 orang itu telah didata dan diperiksa kesehatannya oleh petugas kepolisian serta instansi terkait lainnya.
 
Mereka yang terdiri dari 58 laki-laki, 21 perempuan, dan 35 anak-anak itu, rencananya dalam waktu dekat dipindahkan ke lokasi penampungan lebih baik.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


“Sekarang masih belum dipindahkan. Mungkin sore hari ini dipindahkan karena kemarin mereka sudah di swab,” kata Badruddin, pada Selasa, 8 Maret 2022.
 
Sementara itu, Bupati Bireuen, Muzakkar A Gani, telah berkoordinasi dengan Wali Kota Lhokseumawe, Suaidi Yahya, terkait penempatan imigran yang tiba di Pantai Alue Buya Pasi pada Minggu dini hari tersebut. 
 
Baca juga: Polda Aceh Ungkap Alur Dugaan Korupsi Dana Beasiswa 
 
Disepakati, ratusan etnis Rohingya akan dikarantina di Balai Latihan Kerja (BLK) Lhokseumawe, di Desa Menasah Mee Kandang, Kecamatan Muara Dua, Kota Lhokseumawe. Dengan syarat, semua pencari suaka itu harus sudah vaksinasi covid-18 dan rapid antigen.
 
Sementara itu, Kapolres Lhokseumawe, AKBP Eko Hartanto, membenarkan perihal kesediaan Pemerintah Kota Lhokseumawe menampung imigran asal Myanmar itu.
 
“Mereka masih vaksin dan tes rapid antigen. Kalau sudah selesai, berita acaranya beserta para imigran Rohingnya akan digeser ke BLK Lhokseumawe,” kata Eko.
 
Sebelumnya, 114 etnis Rohingya terdampar di Aceh usai 25 hari mengarungi lautan. Mereka masuk ke provinsi paling barat Indonesia, itu pada Minggu, 6 Maret 2022, dini hari. Panglima Laot Kabupaten Bireuen, Badruddin, mengatakan pihaknya terkejut dengan kedatangan pengungsi Rohingya tersebut lantaran tidak terdeteksi oleh nelayan sekitar.
 
(MEL)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif